Althaf masih duduk diam di tempatnya. Kepalanya menunduk, serta bibirnya yang terkatup rapat. Berkali-kali juga ponsel yang ada di saku celananya bergetar, namun tak kunjung ia angkat bahkan sekedar di tengok pun tidak. Kini Athaf duduk bersama di lobby perusahaan dengan perempuan yang memiliki nama sama dengan istrinya. "Mas Abim," Ah, panggilan itu? Sudah lama rasanya ia tidak mendengar panggilan 'Abim' untuknya. Nama yang di dapatkan dari singkatan nama belakangnya yaitu Abrisam. Nama yang hanya disematkan oleh perempuan itu padanya. "Mas," Althaf masih menunduk diam. Ia masih sibuk dengan pikiran yang kini menggelayuti pikirannya. Apa rencana-Mu sesungguhnya Ya Allah? Kenapa Kau memberikan pada hamba sesuatu yang tidak pernah hamba harapkan lagi? batin Althaf memberontak. "Mas, ak

