Axela mengempaskan berkas di atas meja kerjanya dengan kasar. Ia berdecak, lalu membasahi bibirnya yang terasa mengering. Dipandanginya semua berkas itu dengan kening berkerut dalam. Oh, sungguh? Baru saja sebuah masalah telah usai. Kini telah datang masalah baru yang membuat otaknya dituntut dan diperas habis untuk berpikir! Sial! Axela benar-benar harus secepatnya pergi dari Negara ini! Kembali ke Amerika untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya yang sempat terlantar serta meninggalkan orang-orang yang disayanginya lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Menciptakan perasaan benci dari mereka yang membuat hatinya tercabik! “Kami sudah menyurvei beberapa perusahaan untuk bekerja sama, tapi belum ada yang memberikan konfirmasinya hingga kini, Miss.” Axela manggut-manggut samar

