LXXV. Ketua Osis

2347 Kata

Kadang kita tidak memihak pada kebenaran, tapi kita menghargai pertemanan. Lantas, saat kebohongan terlalu lama menguasai akal pikiran, cara terbaik hanya dengan menuntaskannya. Tata sudah berada di rumah mewah milik keluarga Kenrick. Sudah dua hari Alana tidak masuk sekolah, itu sebabnya Tata memutuskan untuk datang hari ini. Jika sebelumnya ia akan bergegas dengan Bianca setiap kali Alana sakit, kali ini Tata sendirian. Menghela napas panjang, ia mulai memasuki rumah Alana dengan santai, sudah terbiasa berada disana, hingga para tukang kebun dan mbok Ita selalu menyambutnya ramah. Membuka pintu kamar mewah Alana tanpa permisi, Tata menemukan sahabatnya itu sudah berbaring sementara fokusnya masih pada ponsel ditangannya. Hingga kehadiran Tata sendiri, tidak disadari Alana. "Woi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN