LXIX. Kembali Bersama

1454 Kata

Itu sebabnya kita tidak perlu mempermainkan sang rasa, karena ia gemar memutarbalik fakta. Seperti memanipulasi kita, padahal tahu jatuhnya kepada siapa. Sang pemilik enggan mengakui, tapi sang perasa mengaum agar segera diselidiki. Melewati bermenit-menit dalam pelukan Titan, Bianca merasakan kehangatan itu lagi. Kenyamanan yang bersarang setiap kali dekat dengan tubuh jangkung itu. Bianca merasakannya, mendengar detak jantung Titan, mendambanya seperti sebelumnya, mengaguminya tanpa terkira. Ia masih mengalungkan kedua tangannya pada leher Titan, menengadahkan kepala untuk melihat wajah yang begitu ia rindukan. Bianca menyapu wajah Titan lembut, menenelusuri wajah itu dengan penuh pertimbangan, menekankan jari-jarinya dengan penuh keinginan. "Makasih ya, Titan. Untuk semuanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN