LXX. Orang Tua Bianca

2638 Kata

Bianca mungkin lupa kapan terakhir ia tersenyum dihadapan Basir. Melalui hari-hari yang berat itu, Bianca selalu pulang dengan semua kesedihan dan tangisan setiap kali mengingat apa yang ia dapatkan di sekolah. Tapi sepulangnya hari ini, Bianca tahu ia perlahan berbeda, hingga cengiran bahagia diwajah Ayahnya membuat Bianca langsung memeluk Basir hangat. "Ayah..." Basir membalas pelukan putrinya tersebut. Menyapu rambut Bianca lembut, sebelum terkekeh. "Ayah tahu bakal ada kabar baik, mengingat sicantik ayah ini enggak berhenti senyum." goda Basir kembali. Benar, Bianca mengangguk. Ayahnya selalu tahu apa yang terjadi, tidak ada yang Bianca rahasiakan. Pertengkarannya dengan Titan, perkelahiannya dengan Alana dan Tata, juga segala hal buruk itu tidak pernah Bianca pendam. Ia selalu mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN