LXXI. Rona Merah

1231 Kata

Ada kemarahan yang tak akan terbendung begitu saja, berkisar pada kebencian yang mengudara. Padahal, lukanya tidak apa-apa, namun pada banyak derita dan juga kecewa hal itu memelopori lara. Jika sebelumnya kembalinya Titan sudah membuat gempar Danirian, begitu pula kedatangan sang pentolan itu dengan seorang gadis yang akhir-akhir ini menjadi sebuah isu. Lantas, Danirian lebih terguncang melihat pemandanga itu. Ada banyak tanya yang jika saja berani ingin mereka katakan, ada banyak keingintahuan yang ingin mereka temui dan segala jawaban yang lambat laun butuh untuk didengar. Semua orang tahu bagaimana pertengkaran Bianca dan Alana sudah beredar keseluruh sekolah, beberapa mendukung Alana terang-terangan. Beberapa lagi seperti menyemangati Bianca. Dan Titanlah objek yang berada diten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN