Bagian paling mendominasi dari sebuah perjuangan untuk diakui adalah kehadiran yang tiba-tiba datang untuk melindungi. Pernyataan konyol yang harus didengar meskipun luka itu masih tersimpan didalam sana. Entah pengakuan maaf diterima, atau kehadirannya sendiri sudah jadi bagian terpenting disana. Bianca menatap pantulan dirinya pada kaca kecil yang ia temukan setelah turun dari angkot tadi. Memperhatikan wajah kelelahannya dari pantulan disana, ia meringis. Wajah bahagia yang dulu sering ia perlihatkan seperti sirna dan pudar begitu saja. Bianca tidak tahu sejak kapan datang lebih awal ke sekolah adalah hobinya yang baru. Atau karena ia sendiri risih dengan semua tatap mengusik dari orang-orang yang melihatnya dengan sorot ingin tahu dan Bianca memilih menghindari itu. Bianca juga

