LXIV. "Itu, rokok milik saya."

1573 Kata

Alana sudah menyeringai puas dari mejanya. Tata sendiri hanya menggeleng tidak percaya, tahu betul bahwa ini perbuatan sahabatnya tersebut. "Lo yang ngelakuin ini?" tanya Tata tidak percaya. Menatap Alana lekat. "Gue aja dari pagi sama lo? Gimana coba gue mau ngelakuin ini?" sela Alana cepat. Tata berpikir sejenak, sebelum menghela napas. Benar, dari pertama datang sekolah tadi ia sudah bersama Alana. Jadi, Alana tidak mungkin melakukan itu. "Lo seharusnya tahu, sahabat lo itu bukan cewek baik-baik." geram Alana kemudian. Lalu ia meraih ponselnya, seringai puas masih bertahan lama dibibirnya. Mengetik sesuatu untuk memastikan semuanya berjalan lancar, Alana terkekeh sebelum mengirim pesan itu pada nomor baru yang sekarang mulai menjadi temannya. Alana Humeera Kenrick Benar, lo b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN