27. Trotoar

1300 Kata

VISSA Aku dan Malik mendarat di Jakarta sekitar pukul enam sore, aku langsung bertanya kepada Malik kita akan kemana dulu. “Makan Viss, aku laper!” “Gila, tadi di pesawat kamu makan kan banyak banget!” “Hehehe!” Berjalan ke pintu keluar, kami melihat-lihat menu dari beberapa toko yang ada di sini. Banyak makanan enak sihh. “Aku gak tertarik Viss, kita naik taksi aja ya, cari makan di luar.” “Yaudah kalo kamu mau gitu.” Aku dan Malik berjalan ke luar, sumpah sih jauh banget, tau gitu aku setuju pas tadi Malik nawarin naik boogie car. Tapi yaudah lah, jalan kan sehat. Dengan taksi, kami menerjang kemacetan Jakarta petang ini. Dari jendela, aku memandang gedung-gedung bertingkat yang menjamur di kota ini. Tersenyum karena beruntung kotaku lebih ramah dibanding ibu kota yang katanya k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN