Gemintang duduk gelisah di sofa merah yang berada di lobi sekolah TK tempat Crystal trial. Membayangkan bayinya mau saja diajak ikut ke ruang kelas bersama seorang guru tanpa didampingi Gemintang maupun Galih telah membuktikan satu hal, yaitu Crystal menyukai konsep sekolah. Semoga dia memang menyukai konsep sekolah secara keseluruhan. Sehingga kekhawatiran Gemintang dapat surut. Dia mengelus perutnya yang kian membuncit memasuki bulan kelima kehamilan. Karena hamil, Gemintang yang belum mempersiapkan sekolah Crystal terpaksa melawan kecemasan di sini. "Kita boleh masuk ke kelas Crystal," kata Galih setelah memasukan ponselnya ke dalam saku celana jins. "Kakak nggak mau coba masuk dan lihat?" "Kakak nggak mau Crystal ter-distract karena Kakak masuk ke dalam. Kakak mau dia enjoy main sama
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


