“We need this, yes, we do. Those f*****g meetings wrecked my brain. Nggak mau punya client seperti mereka...” Lucas terus mengeluh di belakang langkah Dean membelah kepadatan klub malam yang berlokasi di tengah kawasan elit Jakarta. Pukul sebelas malam dan hari Selasa tidak menurunkan jumlah pengunjung. Mereka harus berdesakan menuju bar. “Hi, Darren,” sapa Lucas pada bartender yang bekerja di balik bar. “Hi, Luke. May I serve something?” Darren baru saja selesai membuat pesanan pengunjung dan segera beralih ke Lucas dan Dean. “Just beer,” jawab Lucas. Ketika dia menoleh pada Dean, temannya sedang menatap ke satu arah. Lucas mencari-cari apa yang menarik bagi Dean. “What you see?” “Nggak, nggak ada. Samain kayak pesanan nih bule.” Darren terkekeh lantas menyiapkan pesanan mereka. Lu

