Galih tidak tahu kemana dia harus pergi begitu keluar dari kamar Gemintang. Kepalanya serasa mau pecah. Ulah kakaknya benar-benar di luar bayangan. Apa yang terlewat selama ini dari pengawasan Galih terhadap Gemintang merupakan pertanyaan yang berulang di benaknya. Jendela ruang tamu terbuka sedikit, memberi pemandangan hujan deras dan petir. Siapa yang mau keluar di waktu malam begini? Galih pusing, tapi tak cukup gila berkendara ke luar rumah dalam cuaca ekstrem di malam hari. Dia memutar langkah masuk ke kamar khusus Her Twinkle. Ruangan temaram saat Galih masuk. Kasur Her Twinkle berada dekat lampu tidur dan musik lullaby mengalun pelan dari stereo yang dipasang di pojokan. Galih berjongkok, mengamati wajah pulas Her Twinkle yang terkena sinar lampu tidur. “Crystal,” ucap Galih begi

