Galih masuk ke dalam apartemen dalam langkah lambat dan terseok. Gemintang segera berdiri, meninggalkan Her Twinkle yang pulas di atas kasur, lantas berlari menghampiri adiknya. Peony tidak mengikuti Gemintang yang keluar kamar. “Galih,” panggil Gemintang demikian sendu. “Kak,” Galih menatap langsung Gemintang, “apa gue pernah jadi adek menyebalkan buat lo?” Gemintang terkejut karena tidak siap diri menerima pertanyaan begitu. Setelah terdiam cukup lama dia mengangguk sekali. Galih dan Gemintang tertawa kecil, bayang-bayang masa kecil mereka berputar. Galih dan Gemintang tak pernah menjadi pasangan adik-kakak dalam damai. Galih si tukang ngatur dan Gemintang si pemalas, keributan selalu menyemarakkan waktu mereka bersama. “Nikah sama Mas Dean,” pinta Galih dengan tatapan memelas. “Ta

