Alesio benteriak sambil melambaikan tangannya " sini allica duduk sama kita aja " ajak alesio
" jangan allica aku gak nyaman duduk sama geng mereka " bisik nabila.
lalu menatap kursi kosong yang ada di samping clara, allica melangkah, mendekati clara dan dua temannya caca dan zia.
" kakak boleh ikut duduk disini? " ijin allica
clara mencibir bibirnya " boleh duduk aja"
" iiisss cupu " umpat zia saat melihat nabila
allica dan nabila tetap duduk di samping kakak kelasnya, menuang kecap dan saus sambalnya lalu mulai mengaduk dan makan dalam diam.
" clara, malam minggu nginep di rumah gue ya sama caca juga. bokap gue belum pulang kesepian gue. " keluh zia sambil memainkan sedotan dalam gelasnya.
caca menelan baksonya terlebih dahulu " gue udah ada janji zia, sorry yah gak bisa nemenin "
Zia menatap clara, sangat berharap jika sahabatnya yang satu ini mau menemani.
" pacar kamu kemana " tanya clara pura - pura
" dia ada acara katanya di suruh nemenin mamanya " mulutnya manyun
" sorry juga ya zia sayang, gue juga udah ada acara mau ke puncak sabtu sore "
" kepuncak sama siapa? ", tanya caca membeo, clara hanya mengangguk, lalu kembali menyendok mienya dari mangkuk, " sama Rev? ".
" huuhh,,,huuhh,,,huuhhh " allica tiba - tiba keselek kuah bakso. nabila menepuk pelan punggung allica, lalu menyodorkan segelas minum.
Clara menatap allica dengan heran. " lo kenapa?, kanget, gua mau ke puncak sama rev ? " allica masih terdiam karena masih meminum minumanya " gua udah biasa ya pergi berdua sama rev, bahkan lebih dari itu "
" aku gak peduli ya rev mau pergi kemana! sama siapa!, itu bukan urusan gua " sahut allica
" terus kenapa lo tersedak? " tanya clara
" karena kuah baksonya pedes banget jadinya gua tersedak " sahut allica menjelaskan.
" oohh " hanya itu yang di ucapkan clara
" jadi lo udah pernah kawin sama rev, clara? " tanya caca
" waktu pertama kali, lo sampai gak bisa jalan itu sama dia? " penyataan lanjutan dari zia, membuat otak dan hati allica merasa kurang nyaman.
Clara bingung mau jawab apa, karena yang pertama ia lakukan sama nathan pacarnya zia, sedangkan rev sama sekali gak mau ngelakuin yang lebih dari pada ciuman ,bahkan pegang dadanya aja rev gak mau. tapi gak mungkinkan clara jujur, itu namanya bunuh diri.
" iya gua lakuin itu sama rev " sahut clara
allica langsung berdiri, " ayo kita kebali ke kelas nabila, aku udah kenyang " ajak allica
mendengar pengakuan clara, allica jadi kehilangan selera makan, hanya ingin cepat pergi dan tak ingin mendengarkan ocehan kakak kelas mereka.
sepanjang jalan menuju kelas allica melamun, memikirkan yang di ucapkan clara di kantin tadi.
" aku gak nyangka rev sama pacarnya sudah terlalu jauh hubungannya. "
" tapi kan itu bukan urusan aku dia mau ngapain! sama siapa!, rev itu hanya musuh bebunyutan aku, dan aku benci sama dia, kok aku yang repot mirin ini" gumanya dalam hati.