Tak begitu lama bel tanda masuk berbunyi. Nano, si ketua kelas datang membawa tugas. pak wira guru bahasa indonesia ada kepentingan, tak bisa masuk mengajar.
tak begitu lama Rev dan kedua temannya masuk ke dalam kelas.
" giliran gak ada guru aja baru kalian masuk kelas " omel Nano si ketua kelas
" Biasa lah mereka,,, si biang onar,, kalok udah gak ada guru gini pasti bikin ribut " sahut teman kelas yang lain.
serempak semua teman kelas tertawa.
Tet! Tet! Tet!
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Rev keluar lebih dulu dan alesio langsung nyamperin allica.
" Ayo, balik " ajaknya
" aku duluan ya nabila " pamit allica ke nabila
" iya allica, hati - hati " sahut nabila sambil melambaikan tangannya.
sampainya di parkiran sekolah, alesio menghidupkan mesin motor ninjanya dan allica naik ke jok belakang alesio.
melaju pelan meninggalkan parkiran sekolah.
tiba - tiba dalam perjalanan ada preman mengejar motor ninja alesio, membuat allica ketakutan, preman tersebut terus memepet motor alesio. dan hampir membuat motor alesio jatuh, akhirnya alesio memutuskan untuk turun melawan para preman tersebut.
allica bersebunyi di belakang tubuh alesio " alesio aku takut " ucapnya serak, tangannya sibuk mengusap mata yang basah.
" menjauh allica biar gua beresin dua b******n ini " bisik alesio dengan tatapan teduh.
" kalian mau apa? " tanya alesio
" serahin motor lo kalau lo gak mau celaka!! " seru preman tersebut
" enak aja emang ini motor punya nenek monyang lo "
" Hei bocah cari mati lo ya! " teriak preman lalu mengulung lengan jaketnya
"ciihh" alesio meludah kesaping, " inget, umur om!, udah tua bukannya tobat! " seru alesio
" banyak bacot lo "
Preman yang brewokan mulai maju menyerang alesio, namun alesio berhasil menghindar.
allica kembali menangis melihat alesio terkana pukulan di wajahnya.
" anjing!!! preman nyali sempak, beraninya keronyokan " umpat alesio menyekat sudut bibirnya yang berdarah
kedua preman itu tertawa penuh dengan kemenangan, preman yang brewokan menginjak lengan alesio sedangkan yang satunya bersiap memberikan pukulan ke perut alesio.
Bhuukk!!!
Preman itu tersungkur cukup jauh terkena lemparan helm dari Rev yang baru saja datang. seperti kesetanan Rev menghajar preman tersebut hingga babak belur.
Merasa tak kuat kedua preman itu berlari meninggalkan area, Rev mendekati allica yang berjongkok menangis di dekat montor alesio. Memengang bahunya pelan.
" kamu gak apa-apakan? " tanya rev
" aku takut,,,,hiks,,,hiks,,,hiks " ungkapnya disela isak tangisnya
" lo gak usah takut mereka udah pergi kok " sahut rev menenangkan
" makasih ya klok gak ada kamu, aku gak bakalan tau akan jadi apa nanti "
" it' oke kebetulan tadi aku lewat dan liat kalian di serang preman"
Allica mendekati alesio, yang masih terduduk di atas rumput. mengambil tissu dan jongkok di samping alesio.
" wahh bibir kamu berdarah alesio " sambil menempelkan tissu di sudut bibinya alesio.
Alesio menatap allica tak berkedip, dengan jarak yang sangat dekat alesio dapat dengan puas melihat setiap inci wajah cantik allica.
" kenapa liatinya kayak gitu? " tanya allica, karena ia merasa di perhatikan
Alesio nyengir " cantik "
" di saat seperti ini kamu masih bisa gombal ya, ini lap aja sendiri " menyerahkan tissu ke depan muka alesio.
" ini bukan gombal, tapi kenyataan kalok kamu itu memang cantik " sahut alesio
" udah jangan gombal - gombalan disini mending sekarang kita pulang " ajak rev
" rev bener mending kita pulang sekarang" sahut allica menimpali.
" lo bisa kan bawa montornya alesio, atau biar gua aja yang anter allica pulang, dan lo langsung pulang dan istirahat ." ucap rev memberi ide
" allica lo gak apa kan kalau lo di anter sama rev dulu, lengan gue agak sakit kalau gonceng lo " sahut alesio
" iya aku gakpapa, tapi kamu gimana?, bisa pulang sendiri? " tanya allica hawatir
" bisa kok kamu tenang aja "
" gue titip allica ya rev "
" iya lo tenang aja, ya udah kita duluan ya alesio " pamit rev dan allica melambaikan tangannya.
akhirnya allica di antar rev pulang. namun dalam perjalanan pulang clara tak sengaja melihat allica di gonceng rev, dan clara pun akhirnya menjadi salah pamah dan cemburu.
" awas kamu allica, beraninya lo deketin pacar gua rev " umpat clara dalam hatinya.