episode 7

724 Kata
" Makasih ya rev udah nolongin! " ucap allica saat sudah turun dari motor. " iya sama-sama gua balik dulu " pamitnya " iya hati-hati " motor ninja warna merah itu pun melesat meninggalkan rumah allica. **** Usai makan malam mama mengajak allica pergi menghadiri pesta teman lamanya. " Nih, pakai baju yang ini " mama mengulurkan dress berbahan warfe berwana biru laut. Allica menerimanya, lalu allica masuk ke dalam kamar mandi dan memakai dress tersebut. Dress sebatas lutut yang tanpa lengan sangat pas di pakai oleh allica. berkali- kali mama tersenyum gemas melihat allica. " kamu cantik banget allica, anak mama sudah besar ternyata " mendudukan allica di kursi depan meja rias. " emang aku harus kecil terus " sahut allica sambil memanyunkan mulutnya mama mengikat sedikit rambut allica, dan membiarkannya rerurai dengan bebas. menoles lipstik berwana piksoft di bibir allica. " beres mama mau nganti baju dulu, kamu tunggu mama di ruang tamu dulu ya " Allica tersenyum tipis, ngangguk sebangai jawaban. kembali melihat pantulannya di cermin, dan tersenyum sendiri. *** Memasuki caffe yang lumanyan mewah. mama membantu allica keluar dari mobil. wajah kangum itu sangat terlihat. mama tersenyum kecil. " Ayo masuk " ajaknya allica mencekal lengan mama " allica, takut mama " kening mama berkerut " takut kenapa? " " aku takut malu-maluin mama, aku kan gak pernah ikut mama ke acara beginian" mama kembali tersenyum mengelus tangan allica " enggak akan sayang, kamu tetap saja di samping mama, kamu jangan jawab pertanyaan mereka kalau kamu ragu untuk menjawabnya " " Jeng Dona " seru salah satu dari beberapa wanita yang ada disana. Dona tersenyum, menarik tangan allica menuju kearah wanita itu. menyalami satu persatu dan duduk di samping wanita yang memanggilnya tadi. " Ini siapa jeng? " " Ini anakku jeng namanya allica " mama menatap allica " allica ini tante indri, temen SD mama dulu " Allica mengulurkan tangan dan dengan ramah Indri menjabat tangan allica " Allica, tante " " Ya ampun cantik banget kamu " pujinya Allica hanya tersenyum menanggapinya " Clara nggak ikut jeng? " tanya dona kemudian " Clara ada kegiantan sama temen-temenya, sebentar lagi Dia juga UAS, jeng. Sibuk banget dia akhir-akhir ini. " Tak begitu lama acara peresmian caffe milik bu indri dimulai, Mulai dari acara pembuka sampain ke acara Inti. Pemotongan pita dan tumpeng, setelahnya makan-makan bersama yang begitu ramai pengunjung. Seorang gadis cantik nan sexi berjalan memasuki caffe, dan langsung menghapiri mamanya yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya. " Eh, sayang sudah selesai belajarnya " yang disambut dengan bangga oleh mamanya. " Ini anaknya buk indri? " " Iya ini anak saya " indri menatap clara sesaat " clara kenalin ini om daren rekan bisnis mami " canngung Clara menjabat tangan Daren, Daren tersenyum menyeringai. serasa mendapat angin segar. " cantik banget anakmu ini indri, pengen tak jadiin menantuku " tanggapan Daren sengaja ingin mengikat Clara. Indri tertawa kecil, rasa bangga yang makin meninggi itu membuatnya sangat bahagia. " Bu, ada pak raja yang ingin bertemu " seorang pelayan wanita menghampiri. " saya tinggal dulu pak daren " pamit indri " aku tunggu di besmen, sekarang ya cantik " Mencoel pipi clara dengan mengoda. Clara menepis dengan kasar " Enggak! " " Kamu mau aku ceritakan semuanya sama mamimu? " lalu tertawa jahat, meninggalkan clara sendiri. Clara memenjamkan mata, menarik nafasnya dengan kasar. langsung melangkah mengikuti Daren keluar dari acara. Merasa penasaran allica mengikuti clara, mengendap ngedap seperti maling yang takut ketahuan. Sreettt!!.... Tangan Clara di tarik dengan cepat oleh Daren. Memepetnya di pintu mobil. lalu dengan cepat juga lelaki seumuran papi clara itu mencium mulut clara dengan penuh nabsu. " Om hentikan! " takut jika ada yang mendengar dan melihat perbuatan mereka. " Puaskan aku clara " pinta daren " jangan gila ya om, kencan kita cuma satu malam itu aja ya " berusaha menghentikan tangan daren yang terus mengrayahi bagian tubuhnya. " aku ingin kamu baby " suaranya terdengar memburuk " Om, hentikan " rengek Clara lagi Tak menghiraukan rengekan clara. karena Daren sudah tak bisa menahan nafsunya. " Om... Jnagan om,,,,, Ku mohon jangan " melumat kembali bibir tembal milik Clara, suara decakan dari permainan tangan daren memenuhi besmen yang sepi. Suara nada dering dari hpnya allica menggagu aktivitas daren dan clata. Daren dan Clara menoleh dari datangnya suara. Clara melotot mendapati allica berdiri menatap ke arahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN