Tubuh allica kaku, diam pura-pura lewat atau bangaimana. memilih mengambil hp yang ada di dalam tas dan pura-pura gak lihat.
Clara mengatur nafas yang ngos-ngosan, sesuatu yang harusnya keluar itu terpaksa tertahan. Allica sudah tidak ada di tempat yang tadi, dengan cepat, daren mendorong clara masuk kedalam mobil.
" Om jangan gila, aku gak mau " tolak clara
" aku tau baby, kamu kenal sama cewek cantik yang pergokin kita, gimana kalau aku ceritakan semuanya sama dia " ancamnya lagi.
" jangan om " jeritnya tertahan
Dengan keadaannya yang seperti ini clara gak mungkin bisa melawan daren.
" okeh aku mau ngelakuin itu sekarang, tapi ada syaratnya " akhirnya mengalah karena gak ada pilihan lain.
" katakan baby " kembali melumat gunung di depannya
" Bumkam mulut gadis tadi itu " sambil meremas rambut daren.
" gampang " sahutnya
***
Seperti di kejar hantu, allica masuk kembali ke dalam caffe dan bergabung dengan yang lainnya.
" Allica, mama cariin dari tadi loh " mama menepuk pundak allica.
" Eh, aku habis dari toilet mama " bohongnya
" oohhh pantes mama cariin kamu gak ada " sahut mama
allica tersenyum kikuk
" Jeng Dona ada liat Clara gak? " tanya indri nyamperin allica dan dona.
" enggak jeng " mama menggelengkan kepalanya
" allica ada lihat clara gak? " tanyanya sambil melihat allica
" enggak tan " memilih berbohong dari pada harus jujur.
" Jeng indri, sekalian ya saya mau pamit pulang, ini suami saya kurang sehat. jadi gak bisa ditinggal terlalu lama " mama menyodorkan hadiah untuk indri.
" iya jeng, makasih ya sudah mau mampir " tersenyum sambil menerima hadiah dari mama.
" sama-sama jeng, semoga caffenya laris manis dan ramai pengunjung "
" Aamiin Jeng "
***
Sesampainya di rumah allica langsung masuk kedalam kamar dan berganti pakaian dan membersihkan wajahnya, lalu naik keatas kasur untuk beristirahat.
Allica hanya terdiam mengingat kejadian tadi yang ia lihat. Saat tangan lelaki itu sangat kuat meremas panyudara Clara, dan tangan yang lagi satu masuk kedalam rok. bergiding ngeri sambil geleng kepala.
" Itu mereka ngapain ya, kok liat mereka begitu aku jadi pengen ngompol. huufff...
untung tadi mama telfon, kalau gak mungkin aku beneran ngompol disana " ngomong sendiri.
***
Pagi hari
Selesai mandi, allica sibuk mengeringkan rambut di depan meja riasnya. Dia masih menggunakan tenktop dan celana pendek sebatas paha. Bersiap mau berangkat ke sekolah.
Alesio kembali menjemput allica di rumahnya, allica berangkat bareng Alesio.
Alesio dan Rev mereka sampai barengan di parkiran sekolah. Allica turun dengan memegang bahu alesio, merapikan rambut yang berantakan. tangan Alesio terulur membantu merapikan rambut allica.
" Rambut kamu bagus allica " sambil merapikan helaian rambut yang menutupi wajah allica.
" makasih " sahut allica
Alesio dan Allica berjalan barengan menuju kelas, sedangkan Rev sibuk dengan pacarnya Clara.
" Sayang kok kamu gak jemput aku sih? " sambil berglayut mesra, dan memberi kecupan di pipinya rev.
" Aku bangun kesiangan sayang maaf ya" sahut Rev
" iya udah gakpapa sayang "
Mereka berjalan dengan mesra menuju kelas Clara.