episode 2

509 Kata
Sebuah motor ninja warna putih berhenti di belakang allica. Alesio si pengendara, membuka kaca helmnya. " Ayo naik gue anter " tawar alesio Allica menggelengkan kepalanya " gak usah aku naik taxi aja " tolaknya. " nungguin taxi kelamaan, mending gue anter aja " bujuknya " iya udah deh aku mau di antar sama kamu tapi jangan jahil ya " setelah lama berfikir akhirnya allica mau di antar oleh alesio. Alesio mengacungkan kelingkingnya " okeh janji " ucapnya. Allica hanya diam selama perjalanan, tak menanggapi alesio yang ngajakin mengobrol. motor ninja putih berhenti tepat di depan rumah allica. " ini bener rumah kamu? " tanya alesio " iya " Allica turun dan merapikan roknya " makasih ya alesio " ucap allica " sama - sama besok berangkatnya gue jemput ya " Allica terbelalat " gak usah nanti aku bisa di marah mama kalok aku udah deket cowok " tolak allica Alesio malah tertawa kecil " tante dona kenal sama gue kok allica, dia gak mungkin marah lah, nanti gue yang minta ijin sama tante dona " Allica bengong mendengarnya " kok kamu bisa kenal sama mama? " tanya allica penasaran. " Tante dona itu temen arisannya Ibu aku, dan aku juga pernah ketemu sama tante dona waktu arisan, jadi tante dona tau aku dan tante dona cerita kalok kamu adalah anaknya " jelas Alesio. " oohh gitu " allica mendegarkan sambil mangut mangut alesio menyalahkan mesin motornya kembali, sambil tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya " gue cabut dulu allica " pamitnya dan langsung melesat meninggalkan rumah allica. ** Mama mengambilkan makan untuk ayah dan juga allica, mereka bertiga makan dengan diam dan tenang. setelah selesai makan malam, allica selalu membantu mamanya mencuci piring. setelah selesai mencuci piring allica kembali ke dalam kamarnya untuk belajar karena sebentar lagi akan ada ujian. mulai sibuk membaca materi di buku paket, sampai tidak sadar sudah sangat larut malam, akhirnya allica memutuskan untuk beristirahat dan menutup bukunya. ** Berbeda dengan Rev yang sudah berada di club bersama pacarnya. Tangan putih mulus itu sudah melingkar di lengan kekar Rev. hampir semua mata tertuju pada kedua manusia yang berstatus kekasih ini. Gadi cantik dan sexi. Dress di atas lutut tanpa lengan dan cukup memperlihatkan d**a yang menonjol. bibir merah menyala dan rambut hitam yang di biarkan tergerai itu sangat lah mempesona. Rev tetap stay cool, berjalan mengikuti clara yang menyeret tangannya. mendekat ke teman teman mereka yang sudah menunggu. mengajaknya duduk di sofa yang melikar, ada caca dan zia sahabat clara, dan ada beberapa teman cowok lainnya. Rev hanya menyapanya sebentar dan lebih memilih untuk bermain hp dari pada ikut nimbrung. " sayang aku mau ketoilet dulu ya " bisik intan, Rev hanya mengangguk dan senyum manis " kalau kamu mau pesen minum, kamu pesen duluan aja " " iya sayang nanti aku pesen, kamu jangan lama - lama ya " pitanya sambil tersenyum manis clara langsung mengecup pipinya rev dengan lembut, ia selalu ngemas melihat senyum mengemaskan rev " iya " Rev kembali memainkan hpnya dan malas untuk ikut mengobrol bersama teman teman clara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN