Melangkah dengan santai, berjalan bak model menuju ketoilet. tentunya banyak pria yang menatap m***m kearahnya. Bokoong bahenol dan d**a yang menonjol itu, heemm, ini club ya bukan mesjid. jadi wajar ya isinya modelan orang m***m seperti ini.
Salah satu dari mereka mengikuti Clara ke toilet, berdiri di samping toilet sambil mengeluarkan seputung rokok dari saku celananya. dan menyalahkannya saat sebatang rokok sudah terselip dimulutnya. kumpulan asap mulai mengembul dari sana.
Sreett!
menarik tangan clara saat gadis itu keluar dari toilet
" aaaaa" teriak clara cukup terkejut " kamu ngapain disini nathan? " tanya clara
" Gue kangen " memeluk clara dengan penuh kerinduan.
Clara membalas pelukan itu " kamu jahat gak pernah ada waktu buat aku! "
nathan mengurai pelukannya " maaf, sayang. zia menyuruhku untuk menyiapkan semua acara ini " jelasnya
" kapan kamu putusin dia?, katanya mau putusin dia, tapi kok malah ngadain acara kayak gini " mulut merah menyala itu mayun.
" sabar sayang, aku pasti bakalan putusin dia "
" malam minggu kita ke puncak yuk " rengek clara yang memang suka berkelana.
nathan terdiam, terlihat sedang berfikir " okeh, besok aku atur "
" makasih sayang " clara mengecup pipi nathan sekilas dengan senyum bahagia.
nathan membingkai wajah clara, mendekatkan wajahnya. ingin mencium clara, tapi dengan cepat clara menghetikannya. jangan disini aku tidak mau, besok aja kalau sudah di puncak.
" lebih " pinta nathan
Clara mengangguk " aku balik dulu ya, Rev sudah nungguin di dalem "
melihat anggukan nathan, clara lalu melangkah pergi meninggalkan nathan yang masih merokok.
***
Keesokan harinya pukul 07.30 awan menjemput allica di rumahnya
" Alesio " seru allica yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Hai, allica " berjalan masuk menuju teras rumah, menyalami mama dan ayah allica yang berdiri di sana " pagi om dan tante "
" pagi juga alesio, tumben kamu main kerumah tante? " tanya mama allica
alesio nyengir " mau ngajakin allica berangkat bareng tante, kebetulan kita satu kelas sama satu bangku juga " jelas alesio
" ohh, kalian satu kelas? " tanya ayah allica
" iya om " sahut alesio
" boleh kan om saya ajak allica berangkat bareng ? " tanya alesio
" boleh tapi ingat jangan kebut ya, allica ini anak kesayangan om, kamu harus jaga dia dengan baik " ucap ayah mengingatkan.
" baik om " sahut alesio
allica meminta tangan ayah dan mamanya untuk di salimin. " allica berangkat ya yah, ma " pamitnya
" kita berangkat dulu om dan tante " pamit alesio
Ayah dan mama mengangguk melambaikan tangannya saat motor ninja putih itu mulai berjalan meninggalkan rumah.
***
Kedua moge itu berhenti di parkiran sekolah bersamaan. allica berpegangan erat di bahu alesio untuk turun dari motor.
" makasih ya alesio " tersenyum simpul dan langsung melangkah pergi meninggalkan alesio.
Alesio mengejar allica setelah rambutnya tertata rapi, sedangkan rev menatap keduanya dengan tatapan,, entah lah.
" beb itu pacarnya alesio ya? " tanya clara sambil memperhatikan alesio yang menyamai langkahnya dengan allica.
" bukan " dengan cepat rev menjawab pertanyaan clara, dan terlihat seperti tak terima saat clara mengatakan allica pacarnya alesio, " mereka teman satu kelas dan duduk satu bangku " jelasnya
Clara langsung melingkarkan tangannya di lengan rev, " tapi sepertinya alesio suka deh sama cewek itu ".
Rev jadi tambah kesel dengernya, tetapi rev tak menyahut dan tetap berjalan dengan cool menuju kelas clara.
" aku balik ke kelas dulu ya " pamitnya dan langsung melangkah pergi dari kelasnya clara.
" iihh, dasar bocah, beneran gak romantis, di cipok dulu kek atau di peluk, ini di tinggal gitu aja,,,, huuuhh!! " keluh clara.