episode 13

660 Kata
" Astaga allica!. Kamu gak apa-apakan sayang? " tanya dona sangat khawatir. duduk tepat disamping Allica. " Ma " seru allica dengan suara serak.Berhambur memeluk mama dona " Aku enggak apa-apa mama " menangis dipelukan mama. Memilih diam, membiarkan allica menumpahkan tangis didadanya. Setidaknya, hanya ini yang mama bisa lakukan saat ini. Mengusap kedua pipi allica yang basah, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah allica. " Udah jangan nangis lagi, mama ambilin makan ya, kamu butuh makan, lalu istirahat " Allica hanya ngangguk, nurut apa kata mama. **** eeehhhggg.... Allica mulai melengkuh. mengerjap pelan. Kepalanya masih sakit berdenyut, walau tak sesakit tadi waktu tidur. memengangi kepala, lalu beringsut merentangkan tangan. Duduk bersandar pada papan ranjang dengan pandangan menerawang. Semuah notifikasi masuk, membuat allica menatap ponsel yang ada di atas meja. Allica meraih ponsel dan mengusap hingga lanyarnya terbuka. [ Jadi pacar gua ya allica. pliisss (dengan emotikon dengan tangan yang saling berautan) ] [ gua udah lama suka sama lo ] [ mau ya .....] [ gua pasti buat lo bahagia, nyaman dan pasti lindungi lo ] Allica manyun, masih diam menatap room chat dengan Alesio. Bingung juga mau bales gimana. Dia sendiri gak ada rasa apapun ke Alesio. [ Maaf ya alesio, aku gak suka sama kamu ] Kembali menatap yang sudah ia tulis, berfikir lama, membacanya berulang-ulang. " Aduuhhh kasian Alesionya, kalau aku jujur kayak gini, nanti dianya sakit hati lagi " kembali tangannya menekan layar. menghapus yang sudah ia tulis. " Allica " Allica menatap ke arah pintu, mama Dona berdiri disana dengan membawakan segelas teh hangat. melempar senyum, lalu melangkah masuk kedalam kamar. " Ya ampun mama aku ngerepotin banget" ucap allica dengan tak nyaman. Menaruh ponsel di atas meja, sedikit bergeser mendekati mama yang duduk ditepi ranjang. " Apanya yang repot sih, enggal lah, kamu kan anaknya mama " menaruh tehnya di atas meja, tangannya terulur menyentuh kening allica dengan punggung tangan. " udah gak panas kok mama " sahut allica dengan tersenyum. " Syukurlah, ini minum teh hangatnya, biar cepet pulih " meraih gelas, menyodorkan ke allica Allica menerima gelas itu, lalu meminumnya sedikit. " Kalau kita berangkat ke puncaknya sekarang kamu kuat gak allica? , sekalian liburan buat hati tenang sebelum ujian " " Iya mama, aku siap, ini juga udah sembuh kok " sahut allica tersenyum. " Tapi sebelum kita ke puncak, mama mau jemput sahabat mama dulu ya, nanti kita bareng-bareng kepuncaknya " jelas mama. " Iya mama " Allica ngangguk Allica dan Mama Dona berangkat naik mobil, mama yang jadi sopirnya. Dari awal berangkat, allica sudah memasang earphone di kedua telinganya. Menyandarkan kepala di sandaran kursi sambil merem. Mama membiarkan allica beristirahat, agar kondisi allica makin membaik. Tak terasa 30 menit perjalanan menuju rumah sahabat mama dona, akhirnya allica dan mama sampai juga. " Allica sayang ayo bangun, kita sudah sampai di rumah sahabat mama " mama membangunkan allica " eemmhhh.... iya mama " sambil mengucek matanya dan merentangkan tangannya. " Ayo turun " ajak mama Allica hanya ngangguk, dan langsung turun dari mobil. Sesampainya di rumah sahabat mama, Allica dan Mama turun dari mobil dan langsung menuju pintu masuk, lalu mama memencet bel. Tak lama keluarlah seorang wanita seumuran mama dona, menyambut mereka. " Hai jeng Dona, ini siapa Jeng? " tanyanya " ini Allica anakku jeng, Allica ini tante Helena sahabat mama " sahut mama dona memperkenalkan. " Jadi ini anakmu jeng cantik sekali " puji Helena " Makasih tante " sahut allica " Oh iya samapai lupa! mempersilahkan masuk, Ayo masuk Jeng, Allica " ajaknya " Iya jeng makasih, ayo allica " menarik tangan allica, mama dan allica masuk ke dalam rumah. " Duduk dulu jeng, saya ambilkan minum dulu ya Jeng Dona " Helena mempersilahkan duduk. " Gak usah jeng, kita langsung berangkat aja, biar gak kemaleman sampai dipuncak nanti " ajak mama dona " Ahh iya, saya panggil anak saya dulu ya jeng, dia ikut saya soalnya " " Iya Jeng " mama dona ngangguk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN