Dering ponsel Denis memotong pembicaraan, Denis mendengus sebal. Ada saja yang menganggu niatnya untuk bicara dengan Diva agar semuanya selesai. Kekesalan Denis berubah saat melihat kontak yang menelponnya, Syla. Denis sedikit menjauh dari Diva. "Mas, aku kangen." Rengek syla, jika Denis melihat Syla kini tengah berlinang air mata. "Iya, aku juga. Kamu sabar yaa, aku akan segera pulang kalau ada waktu senggang." "Jangan lama," "Iya, tidak lama kok. Kamu sudah makan? Minum s**u?" "Sudah, tapi aku tidak bisa tidur Mas." "Mimpikan aku, biar kamu bisa tidur." Denis terkekeh diantara ucapannya. "Ya sudah deh, aku malam ini tidur di rumah Mama ya." "Iya, selamat malam Sayang. Titip salam untuk jagoan Ayah." Denis kembali ke tempat dimana ia duduk tadi, Diva sudah beranjak meninggalk

