Syla membuka matanya, perutnya terasa bergejolak. Ia segera bangkit dari berbaringnya menyingkirkan lengan Denis yang melingkar di pinggangnya dengan pelan, lalu menuju ke kamar mandi. Hoeekk... Hoekkk... Syla memuntahkan isi perutnya. Denis terjingkat kaget, ia berjalan kesumber suara seraya mengucek matanya yang masih mengantuk. "Kenapa?" tanya Denis, dipijatnya tengkuk Syla. "Mual, Mas bisa pakai baju dulu?" ucap Syla, Denis memang bertelanjang d**a sebelum tadi ikut tidur bersama Syla. Sudah lama tidak menghirup aroma keringat Denis membuat Syla mual. "Sudah." Denis kembali muncul di ambang pintu kamar mandi, agak menjaga jarak supaya Syla tidak muntah lagi. Dituntun pelan istrinya keluar kamar mandi. "Sudah tidak mual lagi?" tanya Denis cemas. "Tidak, aku tidak bisa me

