"Om, Ryu belum dikabarin." "Tapi, Nan, Ryu sedang ada acara penting." "Tapi, dia suaminya, Om. Harus tahu,"kata Danan. "Ya sudah, kirim pesan saja. Om bilang segera hubungi kalau urusannya sudah selesai,"kata Hermawan. Ryu melirik jam tangannya, sudah pukul tiga sore. Semua urusan sudah selesai. Ia segera mengaktifkan ponselnya. Pesan masuk dari Hermawan, dibacanya sambil masuk ke dalam mobil. "Pak, langsung pulang ya, ke rumah Pak Hermawan jemput istri,"kata Ryu pada sopirnya. "Baik, Pak." Ryu mencoba menghubungi Hermawan sebanyak dua kali, tapi, pria paruh baya itu tidak menjawab. Akhirnya Ryu menyimpan ponselnya dan tidur. Beberapa menit kemudian ia menerima pesan dari Danan, yang menyuruhnya untuk datang ke sebuah rumah sakit. Ryu sempat heran, tapi, ia tidak berpikir apa-apa.

