Ryu tersenyum."Pasti dong, kamu kan istriku. Jadi, gimana keadaan kamu sekarang?" Maira menggeleng."Sedikit baikan, tapi, akan lebih baik lagi kalau kamu terus temani aku." Wanita itu pun tertawa usai mengucapkan gombalannya. "Duh!" Wajah Ryu merona."Jadi nggak sabar lihat kamu sembuh total, terus kita nikah resmi...bulan madu." "Sabar ya..." Maira mengusap-usap tangan Ryu. "Ya udah kuantar ke kamar ya." Maira mengangguk, ia dinaikkan ke atas kasur, kemudian menyalakan televisi. Ryu duduk di sebelah Maira."Kamu mau kubikinkan sesuatu?" "Apa?" Ryu mengangkat kedua bahunya."Ya, mungkin kamu mau makan, minum, atau ngemil?" "Aku mau makan kamu,"bisik Maira sambil tertawa. Ryu mengerang, bisa-bisanya di kondisi seperti ini Maira memberikan candaan yang tentu membuat bulu kuduknya berdi

