“Apa Mami merasa aku sebagai anak durhaka karena melewati batas?” tanya Adrian pada sang ibu yang terlihat hanya diam, dia mengetahui beberapa fakta menyakitkan mengenai sang suami dari si sulung. Namun, mencoba tidak menunjukkan rasa percaya, hanya menganggap sebagai kabar burung. Kekecewaan yang jelas terpancar di muka Adrian bukan sekadar raut sederhana, jelas sekali mengungkapkan perasaan paling mendalam. Perempuan itu tidak bisa mengungkapkan dengan kalimat, hanya bisa bungkam meskipun sangat ingin merengkuh sang buah hati. “Jika Mami masih memilih bertahan dengan kepalsuan, aku tak bisa melindungi wanita yang sangat kuhormati dalam hidup. Jangan buat Dirga semakin sengsara, hentikan aksi kalian menghilangkan ingatannya. Aku tak tahu apa yang dia ketahui, tapi sebagai ibu … tolong,

