“Apa Kakak akan membiarkanku terus begini?” Pertanyaan yang langsung menghentikan ayunan kaki Adrian, dia memang sengaja tak mengusik kelelapan Noi saat terlihat begitu nyaman memejamkan mata di ruangan yang dijaga ketat oleh anak buah Dirly. Perempuan itu tampak memandangnya dengan sorot lelah, ada raut penuh protes karena merasa Adrian pun mulai menjaduh. Dia enggan hidup terisolasi, tetapi kenapa lelaki tersebut juga beranggapan jika dirinya begitu berbahaya? Di tengah kebingungan yang melanda, justru dirinya butuh dukungan untuk bisa meyakinkan diri akan banyak hal. “Kamu sudah bangun?” tanya Adrian dengan senyum tertahan karena sebenarnya masih ragu dengan sosok yang saat ini sedang memandangnya, “apa kamu masih mengenakannya, motif renda ungu yang lucu?” “Kakak!” bentaknya dengan

