“Emh, Noi …?” sapa Dirly ragu dengan senyum tertahan saat melihat kekasih Adrian muncul bersama sang polisi, “haruskah kusapa Bell saja?” Noi hanya tersenyum tipis, mulai terbiasa mendapat tatapan kurang nyaman. Sebab, semua orang akan merasa aneh karena dirinya begitu lucu saat bersikap, bagaimana bisa menunjukkan sisi lain di hadapan kenalan yang mengira dia normal? Perempuan itu hanya perlu memaklumi sikap orang-orang di sekitar mulai sekarang. “Panggil saja apa pun yang membuat kalian nyaman,” tukas Noi yang kembali mengembangkan senyuman, “ aku bahkan pernah dianggap kesurupan sehingga dibawa pada orang pintar, juga jadi korban perundungan ekstrem semasa di sekolah. Jadi, sikap kalian tak akan membuatku tersinggung.” Tak ada yang mengenal Eunoi Queen di lingkungan rumah lama, bukan

