"Kamu sepertinya senang kalau dia yang nemenin kamu? Apa kamu mau mengulang memori masalalu?" tanya Bayu menuding Viona. "Ya ampun, aku gak berpikir begitu sama sekali. Aku hanya lelah melihat kalian berdebat, sudah sebaiknya tidak usah ikut semua. Biar aku sendiri saja!" tukas Viona kesal dan berjalan cepat keluar dari pekarangan rumah. "Tunggu, aku mau ikut!" teriak Bayu dan berlari mengejar Viona. Bintang tersenyum dan menoleh pada Arvin, yang ditoleh ternyata juga sudah senyum-senyum. Rupanya Bintang sengaja melakukan hal itu, agar Bayu menyadari perasaannya yang dia sendiri tidak pernah menyadarinya. "Kamu lihat asisten Arvin, pasti kakak mulai menyukai dia. Kalau tidak mana mungkin dia kesal begitu," ucap Bintang dan kembali duduk. "Apa itu mungkin? Bukankah tuan Bayu sangat men

