"Apa kita pulang sekarang saja, sekalian mampir ke rumah sakit?" tanya Bayu berjongkok kembali di depan Viona. "Apaan sih kamu nih, tidak usah berlebihan. Aku nih gak apa-apa, ngapain ke rumah sakit. Ini juga nanti enakan udah di urut juga," jawab Viona. "Iya, Nak Bayu. Mbah Ijah juga sudah kasih param supaya tidak bengkak, jadi jangan khawatir. Tapi kalau kalian ingin pulang Ibu juga tidak berani melarang, sekarang Viona istrimu jadi sudah menjadi hakmu mau bagaimana." Ibu ikut menimpali dengan senyum teduhnya. "Aku masih mau di sini, mau makan siang di sini. Kan sudah sepakat sore baru pulang," rengek Viona dengan wajah memelas. "Hem, ya sudah kita pulang sesuai kesepakatan." Bayu akhirnya mengalah, selain tidak tega dia tidak mau Viona kembali mual-mual karena keinginannya tidak di

