Kematian Robert Ardian

1882 Kata
"Apa tidak masalah jika membawa kakak Silviana dalam keadaan tidak sadar begini Dokter" Hilton menguatkan dirinya "saya berharap tidak ada apa apa pak,jika kondisinya normal seperti ini tidak akan ada masalah,tapi jika di tengah perjalanan Ibu Silviana drop itu yang lebih saya takutkan" Dr Martin menceritakan semua kemungkinan yang terjadi "saran gua,kita tunggu kakak ipar lo sadar dulu,dengan begitu keadaan nya kan sudah stabil,jadi akan mengurangi resiko seperti yang dikatakan Dokter" Bilson memberikan pendapat nya dan Hilton berpikir jika bahaya membawanya dalam keadaan tidak sadar "ma" Irene berlari setelah dia terbangun,dia menangis di hadapan Irene "ha" Dr Martin terkejut sekali, seharusnya Irene bisa tertidur selama 3 jam ini belum ada 30 menit dia sudah bangun "cepat sekali pengaruh obatnya hilang Dokter" Bilson tak sadar bertanya pada Martin "karena Irene tidak bisa menguasai alam bawah sadarnya,di pikirannya sudah tertanam jika ibu Silviana membutuhkan dia" Dr Martin menjelaskan pada Bilson "mama,bangun ma, lihat kan ma,saat kita berdua tak berdaya,Saleh b******n itu datang untuk menodai Irene,ma ayo bangun kita pergi dari sini ma ke tempat om Hilton, Irene takut ma, Irene sangat ketakutan,mama buka matanya" Irene menangis lagi dengan histeris sambil memeluk Silviana "Irene,maafkan om nak, seharusnya om tadi nggak tinggalkan kalian berdua,maafin gua bg Robert" Hilton lemah tak berdaya sampai di berlutut tak sanggup menahan badannya sendiri "Saya harap kalian berdua bisa tenang,ini demi kebaikan ibu Silviana,kita akan laporkan Saleh ke kantor polisi,saya yang akan menjadi saksinya,saya bersedia" Dr Martin mengusap lembut punggung Irene sedangkan Bilson menelfon Feri "Fer, sekarang juga lo siapkan 10 bodyguard, terbangkan mereka dengan helikopter,pilih yang paling tangguh, karena di sini gua butuh mereka untuk menghabisi 1 b******n" Bilson tersulut emosi mengingat Irene dan Silviana yang tak berdaya melawan Saleh "bg,lo tenang,ada apa sih bg,jangan gegabah" Feri yang selalu menenangkan Bilson jika hampir melewati batas nya "lo masih ingat cerita gua tentang si Saleh" Bilson menerangkan nya pada Feri. "yang menjebak keponakan bg Hilton" Feri takut salah orang "iya,saat Hilton menjemput gua,Saleh datang dan ingin menodai Irene dan mama nya, b******n itu harus lenyap" Bilson tidak terima dengan perlakuan Saleh. "otak binatang, bagaimana dia bisa melakukan itu pada 2 wanita yang tak berdaya,gila"! Feri yang mendengar semuanya tersulut amarah dan mempersiapkan 15 orang bodyguard yang paling kuat,dan setelah urusan perusahaan Bilson dan Hilton selesai,dia sendiri yang akan mengantarkan ke desa Cc Malam menjelang Saleh yang bersembunyi di desa seberang, tidak berani kembali ke kampung nya "Saleh,apa yang kau takutkan bodoh,aku adalah bandit yang sangat di takuti, Malih tidak ada apa-apanya dengan ku" suara pria yang tak lain adalah Abang kandung Saleh yang bernama Solim. "Bg, matilah aku jika kembali ke desa Cc, seorang dokter memergoki ku melakukan tindakan tidak senonoh pada anak Robert,dia dokter bg,aku bisa mati" Saleh sebenarnya seorang penakut tapi jika Solim menyokong nya dia berbuat seenaknya. "aku bisa membunuh siapa pun Saleh, aplagi dokter itu" Solim meletakan pisau di lehernya seolah-olah akan menebas kepala Dokter Martin yang dimaksud Saleh "jadi aku harus bagaimana bg,aku tidak akan melepaskan Irene,kau tau bg Putri dari Robert dan Silviana mantan kembang desa sangat cantik tapi sayang nya dia gendut,hahahahahha" Tawa Saleh dan Solim bergema di ruang tamu Solim "apa rencana yang kau rencanakan" Solim dan Saleh akan mengatur siasat untuk mendapatkan Irene sebagai b***k s*x nya ,dan mengusir Silviana dari desa Cc kemudian rumah mereka akan di beli secara murah oleh Solim karena dia berniat akan menjadikan rumah Robert sebagai tempat maksiat. "tunggu sampai besok,aku akan ikut kau melihat situasi nya" Solim dan Saleh sudah berniat untuk mengawasi Irene dari jauh sementara di rumah sakit "makan dulu nak, kamu bisa sakit" Holton sudah membawakan makanan yang dibeli supirnya "bagaimana bisa dia sakit, badannya saja besar sekali,itu tidak akan membuat dia mati kelaparan" Bilson bergumam dalam hatinya,Dia tidak pernah melihat ada wanita yang gendut nya seperti Irene, bahkan dia tak pernah jumpa dengan wanita gendut "gimana mama om,dari tadi dia tidak bangun juga, apa aku akan menjadi anak yatim-piatu om, seharusnya papa masih hidup om,jadi Irene ada pelindungnya" Irene belum berhenti menangis dia terbayang bayang jika mama nya meninggalkan dirinya selamanya "Irene,kamu tidak percaya kepada Allah nak,hanya sebatas ini iman mu,tidak bisakah kamu menaruh harapan hanya kepada-Nya" Hilton tidak mau Irene sampai kehilangan kepercayaan dirinya karena dia akan gampang di lukai oleh siapapun "Irene mau nyusul papa aja om, Irene capek" Irene terus menggenggam tangan Silviana "kamu masih punya om nak" Hilton mengusap rambut Irene dengan lembut "manusia apa gua ini,dia sedang terluka, tapi aku menghinanya di dalam hatiku, maafkan om Irene" Bilson mengusap wajahnya dengan kasar dan dia izin keluar pada Hilton untuk merokok Hilton menyuapi Irene,agar mau makan,jika Irene sakit juga,apakah dia bisa menjaga mereka berdua,tentu saja tidak sementara di lapangan rumah sakit Bilson yang sedang menghisap rokoknya melihat gerak gerik mencurigakan,ada 3 orang yang mondar mandir di mobil Hilton "mau main-main sama gua lo b*****t" Bilson yang tak disadari keberadaan nya oleh anak buah Solim memukul pundak 3 orang itu dengan balok dan pingsan "Feri, kapan lo mendarat, Saleh udah kelewatan batas,dia mengutus 3 orang untuk menyabotase mobil Hilton" Bilson menelfon Feri,dan tak lama helikopter terdengar jelas sedang berada di atas Bilson "gua mau mendarat ni bg di lapangan rumah sakit,lo dimana" Feri bisa lepas landas di lapangan rumah sakit karena Hilton sudah meminta izin kepada kepala rumah sakit dan Dr Martin dengan alasan akan membawa Silviana ke Jakarta jika kondisinya semakin buruk "gua di parkiran, langsung ke sini" Bilson melambaikan tangannya dan Feri pun memutuskan sambungan telefon nya "Kalian urus orang ini, Pastika ikat dengan sangat kuat,5 meter dari sini ada gudang yang tak di pakai lagi,ikat mereka disana dan suruh bicara yang jujur,dan lo periksa dulu mobil ini, jangan jangan udah di sabotase lagi sama mereka" Bilson memerintahkan 5 bodyguard nya mengurus 3 mata mata Solim,dan Feri memeriksa mobil Hilton ternyata mereka belum sempat berbuat apa apa tapi ban mobil sudah kempes 1" Feri melihat mobil yang dipakai 3 orang itu sama dengan mobil punya Hilton "Markus,lo bawa 1 orang mata mata ini untuk menukarkan ban mobil bg Hilton dengan mobil mereka" Feri dan Bilson mengawasi semuanya sampai selesai,5 bodyguard sudah membawa 3 orang mata mata ke gudang yang di tunjukkan Bilson "5 orang ikut gua,dan 5 orang lagi berjaga di luar dan mobil,kalian paham dan jangan sampai ada keributan, ingat ini rumah sakit"! Bilson memberikan perintah nya,dan semua bodyguard nya paham "ayo masuk" Bilson mengajak Feri menemui Hilton Sesampainya di depan pintu kamar rawat Silviana "kamu berbohong sama mama,kamu berani berbohong Irene" Teriakan Silviana sangat terdengar di telinga Bilson dan Feri "bg" Feri menunjuk kamar rawat "shut" Bilson menyuruh Feri diam karena bagaimanapun itu bukan urusan mereka,dan mereka memilih di luar saja "ma, keadaan nya sangat rumit,jika mama tau papa udah meninggal,mama akan drop, Irene nggak mau ma" Irene menjelaskan nya dengan sangat lembut, Hilton tak bisa berkata apa apa "sekarang kamu pikir mama udah semakin membaik, udah sembuh total ha, jawab Irene" Silviana melemparkan apapun yang ada di dekatnya pada Irene,dan menangisi Robert "ma, Irene udah mencoba sekuat mungkin loh, jangan hancurkan lagi hati Irene ma" Irene mencoba mendekati Silviana "mama lebih hancur Irene, suami yang sangat-sangat mama cintai meninggalkan mama begitu saja,dia pergi tanpa melihat mama yang kritis" Silviana semakin egois sekali "kelewatan mama, Irene bertahan sekuat tenaga untuk bisa bertahan dengan keadaan yang gila ini, papa meninggalkan Irene,mama koma, Irene berdiri sendiri ma, sampai Irene hampir diperkosa Saleh di hadapan mama dan di rumah kita" Irene juga melepaskan emosinya,dia tidak mau di salahkan, padahal dia lebih terluka "kak, jangan begini ya, ingatlah kak Irene anak kesayangan kalian berdua, Irene menangis tanpa henti setiap menunggu kakak sadar,bukan salah Irene kak, ini sudah takdir bg Robert pergi meninggalkan kita selamanya" Hilton tak terima sikap Silviana "sayang ku, Robert,aku tidak bisa hidup tanpa kamu, tolong bawa aku bersamamu" Silviana tidak memperdulikan perasaan Irene "aku mati matian memperjuangkan kehidupan untuk mama, tapi mama tak menghargai ini semua, boleh cinta tapi jangan bodoh,akal sehat harus dijalankan ma,anak masih hidup, tapi malah mau menyusul orang yang sudah meninggal" Irene mengeluarkan kekesalan nya "jaga mulut kamu Irene" Hilton tidak terima dengan ucapan Irene Feri dan Bilson tak menyangka Irene dan Silviana perang dingin karena kematian Robert "boleh cinta tapi jangan bodoh,akal sehat harus di jalankan" kata kata itu di ulangi oleh Feri dia merasa senang dengan kata kata itu "gila,gara gara cinta,anak sendiri yang di sakiti" Bilson mendengar semuanya,dia merasa Irene Wanita yang garang dan keberanian nya sangat besar tak lama Irene keluar sambil membawa tas kecilnya,air mata wanita itu tak mau berhenti "persetan dengan kalian berdua, aku kalian anggap apa" Irene berlalu begitu saja tidak memperdulikan Feri dan Bilson. "cantik banget bg" Feri yang pertama kali melihat Irene sudah terhipnotis dengan wajah manis Irene "tapi gendut,bukan tipe gua" Bilson sebenarnya juga mengakui kecantikan Irene sangat natural "emang gua minta pendapat lo bg" Feri semakin melihat lebih jauh pada Irene. "ikuti wanita itu, pastikan keselamatan nya, laporkan semua apa pun yang dikerjakan wanita itu" Bilson memanggil 2 anak buahnya dan mereka melaksanakan perintah Bilson "kak, kenapa sangat kasar pada Irene,dia sangat terluka kak" Hilton berbicara dengan lembutnya "aku mau sendiri, tolong Hilton" Silviana memejamkan matanya dan Hilton pun keluar dengan wajah stres nya "bg" Feri menyapa Hilton yang sedang bad mood "kemana Irene" Hilton duduk di samping Bilson. " tadi dia keluar sambil menangis,dan sudah ada 2 bodyguard,yang menjaga Irene" Feri menjawab Hilton, sedangkan Bilson selalu menghina fisik Irene "keponakan gua,tidak secantik wanita di luar sana, tidak memiliki body yang langsing bahkan dia mungkin nggak level lo berdua, tapi dia wanita kuat dan tangguh, hatinya sangat lembut, gua akan menjaga dia sampai dia menjadi orang berhasil dan akan gua cari Pria yang pantas untuk keponakan gua" Hilton bicara pada Bilson dan Feri "bg,fisik bisa dirubah,tapi kalau hati sudah dibentuk dari kecil,apa gunanya banyak wanita cantik dan ideal tapi menjual tubuhnya hanya demi status sosial" Feri sengaja menyinggung Bilson yang menang selalu Gonta ganti pasangan "lo nggak paham tentang kenikmatan dunia, dan gua pria normal yang sangat sibuk jadi wajarlah gua cari pelampiasan ke pada wanita wanita cantik" Bilson menjawab ucapan Feri "nggak ada yang larang bg, tapi ingat juga dong kalau wanita yang lo pakai tiap hari dan berganti ganti belum tentu sehat, amit amit aja lo nikah terus berhubungan badan dengan istri lo, tapi lo nggak tau ada virus AIDS di dalam tubuh lo,bisa kena istri dan anak lo nanti" Feri selalu menasehati Bilson,karena bagi dia mencari kenikmatan tidaklah harus dengan wanita malam "udahlah Feri,lo masih mau kerja kan" Hilton tertawa kecil pada Bilson "bisa dia emang pecat gua" Feri menantang Bilson "nggak bisa Fer,cuma lo yang nggak bisa gua pecat dari perusahaan gua, sebesar apapun kesalahan lo ke gua,tetap gua maafkan" Bilson menepuk pundak Feri sambil tertawa "bisa tutup perusahaan kalau kita kehilangan Feri Hendrick" timpa Hilton lagi,dan mereka bertiga tertawa santai
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN