William membanting pintu kamarnya sekeras mungkin. Marah, benci, sekaligus menjadi satu yang ia rasakan sekarang. Ia membanting jas yang ia pegang sedari tadi ke lantai kamarnya. Ia juga melepas dasinya dan melemparnya sembarang arah. Ia melangkah menuju walk in closet-nya, masuk ke sana lalu membuka lemari, tempat minuman alkohol miliknya berada. William mengambil salah satu botol lalu hendak membukanya, tapi sebelum tutup botol benar-benar terbuka, kepalanya mengingat satu hal. Ketika ia marah, pelariannya hanya pada alkohol. Itu dimulai, saat Dallen melakukan rencana pertamanya mempertemukan William dengan Dayana. Dallen membuat skenario seolah-olah mereka tidak sengaja bertemu. Saat itu, William baru saja kembali dari Inggris bersama Dallen yang menjemput paksa dirinya sehingga mem

