Dengan senyuman manis yang masih terlukis di wajahnya, Dayana melepaskan jabatan tangannya dengan Clarissa. "Aku harap kau betah bekerjasama dengan calon suamiku," ucap Dayana, lalu kembali menoleh ke arah William. "Ayo kita masuk, ada yang ingin ku bicarakan denganmu," bisik Dayana merangkul tangan William. William mengangguk lalu mereka pergi dari hadapan Clarissa. Clarissa sendiri hanya menghela nafasnya dengan berat. Dengan tubuh yang lesu ia duduk di tempatnya. "Tidak seharusnya aku meras sedih saat tau dia akan segera menikah," wajah Clarissa berubah menjadi murung. "Aku tidak mau melihatnya menikah dengan orang lain," bisik Clarissa, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Di dalam ruangan, Dayana menatap William yang melepaskan jasnya lalu menggantungnya. Ia yang berd

