Bab 36. Harus Habis

1102 Kata

"Kantoran, kayak sekertaris gitu," sahut Hendi cepat dan tentu saja, asal. Selama menikah dengan Naina, hanya ada ejekan dari keluarganya saja. Ibunya sangat ingin menantu yang berpendidikan tinggi karena menurut wanita itu, wanita berpendidikan tinggi memiliki martabat yang tinggi pula untuk memuliakan keluarganya. "Wah, hebat banget! Untung aja si Naina nggak jadi kasih keturunan sama kamu, Hen. Kalo iya, kamu repot. Udah nggak kerja, kamu harus kasih nafkah dua nyawa, masih diragukan soal cara dia mendidik anak. Oh iya, kata kamu ... Yani baru hamil? Iyakah?" cecar Narni. "I-iya, Bu. Baru berapa minggu." Wajah wanita paruh baya itu berbinar mendengarnya. "Tangguh sekali. Kamu nggak boleh melepas wanita seperti itu, Hen. Memang, garis keturunan dia dengan Naina sama, tapi sifat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN