perasaan apa ini?~

1011 Kata
Mereka akhirnya pulang. Karna wahyu memaksa untuk pulang, dia tidak enak dengan orangtua Lita kalau harus pulang terlalu malam. Di jalan Lita hanya diam, otak nya sedang berpikir 'kok aku ngerasa Deket ya sama Wahyu, perasaan baru tau nama nya tadi, tapi kok seakan aku kenal dia udah lama. apa kita pernah berteman ya? tapi dimana? di alam mimpi? ya gak mungkin lah-' . saat otak nya berpikir kemana-mana tiba-tiba Wahyu bertanya yang membuat dirinya kaget, "kamu ada rasa juga sama didik?" Lita gak habis pikir wahyu tau tentang didik juga, yang lita masih bingung adalah tentang rasa? rasa apa maksud nya?? "maksud nya ada rasa juga gimana?" "kamu gak tau didik sudah sejak lama menyimpan rasa ke kamu?" "jangan suka menyimpulkan sesuatu yang kamu gak tau yaa" "aku tau Lit, makanya dia gak keberatan sama sekali malah justru senang waktu kamu minta antar jemput dia kemana pun" Lita mengerutkan kening nya, "kamu tau darimana? kamu selidiki semua tentang ku ya?" "kalo iyaa?" "buat apa?", Lita sama sekali tidak menyangka Wahyu tau banyak tentang nya, belum sempat Wahyu menjawab, terdengar ponsel nya berbunyi . Ibnu menelfon nya, dia adalah adik kandung Wahyu yang umur nya sekarang 16 tahun. segera Wahyu menjawab telfon dari adik nya. "halo, ada apa nu?" "bang, mama demam lagi, Abang dimana? segera pulang ya?" wahyu segera menutup telfon nya , "bisa pegangan aku gak? aku mau ngebut, aku gak mau kamu kenapa-napa karna aku ngebut" "iya". tangan lita pun segera memeluk Wahyu dari belakang, ada perasaan damai di hati nya. Tenang. Tanpa beban. Sampai di depan rumah Lita tak kunjung turun, tangan nya masih memeluk Wahyu Dengan erat seolah tak ingin melepaskan. Wahyu tersenyum di buat nya membuat sesuatu di balik celana nya itu berdiri tapi segera Wahyu tepis karena ia ingat ibu nya sedang demam, perlahan Wahyu bangunkan Lita, gadis itu tertidur. Lita.. Lita.. senyaman itu kah punggung ku? baru juga sekali kamu meluk aku sudah tertidur pulas aja, Wahyu bergumam sambil tersenyum. "Lita, sudah sampai". Dengan segera lita melepaskan tangan nya dan segera turun. dirinya tidak menyangka bisa-bisa nya tertidur dalam situasi begini. Segera ia masuk rumah, sebelum itu Wahyu menghentikan langkah nya, "Lita, makasih yaa udah mau nemenin aku" "iya, hati-hati pulang nya" ucap Lita dengan perasaan tak karuan seraya masuk rumah. Wahyu pun segera pulang untuk menemui ibu nya. Rumah sepi, pasti semua sudah pada tidur, gumam Lita dalam hati. Tiba-tiba langkah nya terhenti, "tumben pulang jam segini?", tanya Anton, sang papa membuat Lita kaget. Saat itu papa nya sedang mengambil air minum di dapur, "pulang malam salah, pulang sore juga salah". Lita tak menghiraukan papa nya ia kembali menaiki tangga menuju kamar nya. Sampai di kamar ia ganti baju dan bersiap untuk tidur, tiba-tiba dirinya kepikiran Wahyu, lebih tepat nya kepikiran ibu nya. gimana kondisi ibu nya sekarang? apa baik-baik saja?. "ah sudahlah bukan urusan ku juga". ia menarik selimut, mencoba memejamkan matanya, tapi tidak bisa. pikiran nya kemana-mana sekarang. yang paling ia heran Wahyu mengenal nya sudah lama tapi lita baru kenal sekarang. jadi apa maksud Wahyu memperkenalkan dirinya baru sekarang? kenapa ga daridulu? - ... Sampai pukul 12 malam Lita belum bisa tidur, ia membuka lembaran map berisikan daftar untuk masuk di perguruan tinggi, papa nya sudah mengambilkan formulir pendaftaran untuk nya, sesuai request Lita ia ingin kuliah tidak jauh dari rumah nya agar bisa pulang setiap hari. Saat selesai mengisi formulir pendaftaran tiba-tiba pikiran nya kembali teringat kalimat Wahyu tentang Didik, "kenapa gosip Didik bisa menyebar sampai ke telinga Wahyu? Apa iya Wahyu mencari tau mengenai aku sampai ke akar-akarnya? Ah, kenapa juga aku pikirin", Lita kesal dengan dirinya sendiri yang terus memikirkan setiap kalimat Wahyu. ... Sampai rumah Wahyu langsung menemui mama nya di kamar, dan benar saja, demam nya 39.5°c, tapi mama nya menolak untuk di bawa ke klinik karena sudah malam, mama nya hanya ingin di kompres air hangat saja. Wahyu menuruti nya, ia mengambil air hangat dan handuk. Di pojok kamar mama nya terlihat Ibnu sedang memperhatikan kakak nya merawat mama nya dengan telaten, "gimana bang? sukses malam ini? maaf ya, aku jadi ganggu", Ibnu tau kalau Wahyu hari ini akan pergi bersama Lita, "sukses, gak papa, tadi juga pas kamu telfon Abang sudah di jalan", terlihat senyum lebar dari bibir Wahyu. Ibnu senang mendengar nya, karena Ibnu tau kalau dari dulu kakak nya hanya mencintai 1 wanita, yaitu Lita. ... Di lihat nya mama nya sudah tertidur, Wahyu meminta Ibnu untuk menemani mama nya tidur, sedangkan Wahyu kembali ke kamar nya untuk ganti baju, "ah rasa nya aku tidak ingin mencuci kaos ini, karena ada bekas pelukan Lita", Wahyu tersenyum simpul. ... Di lain rumah, di kamar nya, Lita ketiduran di atas kasur sambil menggenggam ponsel nya, karena tadi sebelum ia tertidur sempat membuka sosial media nya, melihat story teman-temannya yang asik nongkrong tanpa dirinya. Tetapi Lita tidak menyesali karena tidak ikut teman-temannya nongkrong, terkadang ia juga berfikir bahwa kebiasaan pulang malam nya itu cepat atau lambat harus di perbaiki. ... Wahyu mengambil ponsel nya, membuka akun i********: milik nya, ia ingin meng-upload 1 foto yang diam-diam ia ambil saat di pantai bersama Lita tadi, foto yang menunjukan seorang perempuan dari belakang, sengaja Wahyu memotretnya saat ia memesan minuman untuk Lita, ia membuat story yang di tambah dengan caption "Semoga ini awal yang baik, my love", story Wahyu tentu mengundang banyak pesan masuk dari para perempuan yang sudah lama menginginkan nya untuk menjadi pasangan nya, Wahyu yang membaca pesan masuk dari i********: nya hanya mengabaikan nya, "tidak ada yang lebih penting dari Lita", Wahyu berbicara dengan diri nya sendiri. Wahyu sudah bersiap untuk tidur, sebelum itu ia mengingat kembali bagaimana Lita berada di samping nya, menggenggam tangan nya, Wahyu benar-benar tidak menyangka Lita menyambut perkenalan nya dengan baik, meskipun tidak semanis yang Wahyu bayangkan, setidak nya ini adalah awal yang bagus bagi nya, mengingat bagaimana dulu ia begitu takut saat ingin mendekati Lita apalagi mengajak nya untuk jalan-jalan. "ah, Lita. kenapa kamu buat aku gak bisa bergerak begini? sebenar nya magnet apa yang kamu punya?", Wahyu tersenyum di buat nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN