Di tengah jalan Lita berpikir kok bisa ya aku mau aja di ajak jalan sama cowok yang aku belum kenal, kenapa aku mau? gumam nya dalam hati. semilir angin malam menambah keromantisan mereka berdua, ya meskipun hanya Wahyu yang berpikir mereka romantis tapi tidak dengan Lita. Deru motor yang ia kendarai berhenti di warung kopi pinggir pantai, Wahyu memang sengaja membawa Lita ke daerah pantai yang jarak dari rumah nya hanya 40 menit.
"kita berhenti disini?", tanya Lita pada wahyu,
"iya, kenapa? gak suka ya? yaudah balik aja yuk" tangan Wahyu tidak sengaja menggandeng tangan Lita dan mengajak nya untuk menaiki motor kembali.
Lita kaget saat tangan nya di pegang Wahyu, jantung nya deg-degan seolah ada yang tidak beres dengan hati nya. Dengan hati-hati dia menjawab "suka kok". helaan nafas terdengar dari mulut Wahyu, dia lega akhirnya tidak jadi untuk pulang. Wahyu memang sudah merencanakan untuk membawa Lita ke pinggir pantai, tidak seperti teman nya pada umum nya yang selalu mengajak nya ngopi di kafe.
"mau minum apa? aku pesenin"
"goodday freeze aja, pake es" . kebiasaan Lita minum kopi pake es sudah menjadi rahasia umum, dia tidak doyan minuman hangat.
Tak lama Wahyu kembali membawa 2 gelas minum yang ia pesan, di warung pinggir pantai memang pesanan di bawa sendiri karena tidak ada pelayan yang akan mengantarkan.
Lita melihat wahyu dari kejauhan hati nya berdebar kembali, sosok pria tampan yang dia yakin tidak sedikit wanita yang menaruh hati pada Wahyu akan merasa iri melihat pemandangan saat ini. Ya, Wahyu memang di kenal pria tampan, baik hati dan pintar, tapi sayang sifat nya dingin pada setiap wanita yang ingin mendekati nya saat ia mengenal Lita. Hati nya sudah terkunci dan ia hanya berharap Lita yang akan membuka hati nya nanti.
"nih pesenan kamu, maaf ya gak ada camilan nya, sudah terlalu malam jadi hanya ada minum doang". Warung pinggir pantai memang ramai di kunjungi banyak orang, stok camilan pun tidak bertahan lama akan segera habis, apalagi sekarang pukul 8 malam yang sebentar lagi warung akan tutup dan Wahyu tidak bisa menemukan camilan untuk ia makan bersama Lita.
"gak apa-apa, ini saja cukup kok" Lita meraih minum nya di tangan Wahyu dan mulai meminum nya.
"Damai" ucap Lita pelan saat melihat deru ombak pinggir pantai membuat rambut sebahu milik nya terlihat semakin indah.
"aku suka kesini sendiri" sahut Wahyu membuyarkan lamunan Lita
"ngapain?"
"mikirin kamu" jawab wahyu singkat yang membuat Lita tersedak karena minuman nya. Wahyu memang sering kesana, karena bagi nya suara ombak itu bisa menenangkan hati. Hati Lita mulai tidak karuan mendengar Wahyu mengucapkan itu, biasa nya ia mulai menjauh saat ada pria yang mulai mengungkap perasaan padanya, tapi sanggupkah lita menjauh untuk saat ini? untuk pria yang mampu membuat jantung nya berdegub kencang saat bersentuhan dengan nya. Ya, hanya sentuhan tangan bisa membuat jantung Lita tidak karuan, bagaimana kalau bersentuhan dengan yang lain? ah kenapa Lita jadi berpikir sejauh itu!
"ngapain mikirin aku?"
Wahyu hanya terdiam tak mampu untuk menjawab pertanyaan Lita, malah ia sekarang sedang memandang wajah cantik Lita, bibir indah milik Lita, ingin sekali ia miliki sepenuh nya.
sabar wahyu, sabar.. pelan-pelan kalau mendekati wanita berkepala batu.. ucap nya dalam hati.
30 menit berlalu...
"pulang yuk" Wahyu melihat jam tangan sudah menunjukan pukul setengah 9, dia tidak enak kalau mengajak perempuan pulang terlalu malam maka dari itu dia mengajak Lita untuk pulang.
"masih jam segini, sejam lagi" Lita meraih ponsel nya dan melihat jam dari layar ponsel nya.
Wahyu sedikit lega karena Lita masih mau berlama dengan nya, tapi dia tetap tidak enak karena pasti pulang terlalu malam. meskipun dia tau Lita sering pulang pukul 11 bahkan 12 malam saat pulang nongkrong bersama teman lelaki nya tapi Wahyu ingin merubah kebiasaan Lita untuk tidak pulang tengah malam.
Wahyu mengambil ponsel milik nya dan berkirim pesan pada wati, Kakak Lita.
Lita belum mau aku ajak pulang, tapi aku merasa gak enak ntar pulang nya pasti kemaleman
melihat ponsel nya berdering wati segera membalas pesan Wahyu
santai aja, pulang pagi juga gak papa. kalo sama kamu, aku percaya adek ku aman. have fun calon adek ipar.
Wahyu tersenyum membaca pesan singkat dari Wati.
Lita yang melihat Wahyu tersenyum menatap layar ponsel nya langsung bertanya,
"dapat pesan dari cewek kamu? kok senyum-senyum gak jelas"
"bukan, aku gak punya pasangan. ini dari wati, kakak kamu"
"kamu suka sama kakak ku, kenapa aku yang kamu ajak jalan?" sedikit kesal mendengar jawaban wahyu Lita berniat mengajak nya pulang.
"aku berteman sama dia, aku kirim pesan ke Wati biar dia gak nyariin kamu, karna kamu belum mau pulang". entah kenapa Lita merasa hati nya lega mendengar Jawaban dari Wahyu. ada apa dengan Lita? apa kini ia mulai membuka hati nya? Lita sendiri pun bingung.
...
Wahyu menoleh pada jam tangan nya, waktu menunjukkan pukul setengah 10 malam, dia mengajak Lita untuk pulang karena dia tak ingin Lita pulang tengah malam.
"pulang yuk, udah jam segini aku gak mau kamu pulang tengah malam terus-terusan"
"tau darimana aku sering pulang malam? dari kakak ku lagi?". Wahyu tidak menjawab pertanyaan Lita, dia hanya tersenyum kecil. Wahyu sering mengikuti kemana pun Lita pergi tanpa Lita ketahui, dia khawatir karna pernah hampir terjadi pelecehan saat Lita pulang nongkrong bareng teman nya, ia pulang sendiri dan Wahyu mengikuti dari belakang tanpa Lita sadari dan saat melewati jalan sepi ada 1 motor terlihat pria berboncengan sedang mendekat pada motor Lita dan hampir saja
dia mencoba memegang p*******a Lita dan berhasil di gagalkan oleh Wahyu, Wahyu yang menyadari ada pria berniat jahat segera mengklakson dengan keras dari belakang, pria berboncengan itu segera melarikan diri. Wahyu yang saat itu memakai helm membuat Lita tidak mengetahui wajah nya dengan jelas hanya bergumam dalam hati semoga aku selalu di pertemukan dengan orang-orang baik.
...
Wahyu sudah mengenal Lita sejak lama, tapi Lita sejauh ini hanya tau wajah nya karena beberapa hari terakhir Wahyu sering kecolongan saat mengikuti Lita diam-diam. maka dari itu Wahyu berniat untuk memperkenalkan diri pada lita lewat perantara kakak nya. dan kakak nya menyambut baik, karena Wati tahu Wahyu pria yang baik, Wati juga tau Wahyu menjadi incaran banyak wanita di luar sana karena paras tampan nya.