Gitar~

1005 Kata
Sampai rumah Lita pun langsung beranjak ke kamar mandi. Dia tidak menemukan seorang pun disana. karna mama dan papa nya sudah terbiasa tidak di rumah dan pulang terlambat karena harus mengurus urusan mereka masing-masing. ... Lita segera menaiki tangga dana menuju kamarnya, selesai bermain basket membuat badan nya penuh keringat, dia mengguyurkan air shower ke badan nya yang membuat nya segar kembali, di sela-sela guyuran air shower dia kembali berpikir siapa pria yang duduk menonton nya bermain basket tadi, rasanya aku pernah melihatnya, tapi dimana? ah sudahlah, gak ada guna nya aku memikirkan hal itu. ia kembali membiarkan badan nya basah dengan air shower. ... setelah mandi dia beranjak ke meja makan karna di rasa perut nya lapar, terlihat di dapur kakak perempuan nya yang beda usia 2 tahun dengan nya sedang membuat jus alpukat, Lita mengambil piring yang di barengi dengan pertanyaan kakak nya, "tumben makan jam segini" tanya Wati pada adik nya. "iya laper" jawab Lita dengan cuek nya. selang 10 menit setelah makan Wati kembali mengajak ngobrol adik nya "kamu habis ini kemana? di rumah aja ya temenin aku, mau ada temen aku kesini, gak enak kalau gak ada orang" Lita mendengus kesal dan menjawab "tumben banget, biasa nya kalau ada yg main aku malah di suruh keluar biar gak ganggu" . Wati hanya tersenyum mendengar jawaban sang adik sambil berkata "udah pokok nya temenin aku". Lita hanya menjawab "ya" sambil beranjak dari kursi nya dan kembali ke kamar nya. ... Di kamar Lita memainkan gitar nya, menyanyikan lagu dari band "Slank" yang dia sukai. benak ku melayang pada kisah kitaa.. terlalu manis untuk di lupakan kenangan yang indah bersama mu tinggalah mimpi.. Lita memang pintar bermain gitar, ia juga sering ikut latihan band di sekolah nya, oleh karena itu Lita tidak buta kalau hanya sekedar memainkan gitar, sering dia memainkan saat sedang galau karena tidak ada aktifitas. Jangan harap Lita galau karena cinta, karena itu gak mungkin. Setelah habis menyanyikan 1 lagu terdengar ketukan pintu dari luar kamar Lita, dia membuka pintu kamar nya dan di lihat nya kakak nya sedang di depan pintu kamar nya, dan ada 2 orang pria duduk di sofa yang di sediakan di lantai dua tepat berada di depan kamar Lita. "ada apa?" tanya Lita "sini temenin aku, aku mau ngenalin kamu ke temen aku" jawab Lita "kakak gila, sejak kapan aku mau di kenalin sama cowo?" "sejak sekarang! kamu harus mau. please Lita" rayuan kakak nya dengan wajah polos dan mata berbinar membuat Lita tidak tega untuk kembali masuk ke kamar nya dan menutup pintu nya. Tangan nya sudah di gandeng kakak nya menuju 2 pria itu. sebenarnya apa yang sedang di rencanakan Kakak nya? kesal Lita dalam hati "sini Lit, kenalin ini Wahyu dan ini Tedy" wati menunjuk pada kedua pria itu. Tunggu! bukan kah dia yang... Melihat pria itu membuat Lita mengingat seorang pria yang tadi ada di lapangan basket, tak lama Wahyu mengulurkan tangan nya pada Lita, "kenalin aku Wahyu" "dan aku Tedy" sambung Tedy seraya mengulurkan tangan nya pada Lita. Tedy memang sering ke rumah Lita, tapi Lita sama sekali tidak menggubris nya, karena bagi nya teman kakak nya hanya bikin gaduh rumah nya. Lita menerima jabat tangan mereka hanya diam, membisu. Lita hanya bingung kenapa pria ini kenal dengan kakak nya, kenapa pria ini menampakan diri di depan nya lagi? dan begitu banyak pertanyaan muncul di benak nya. "aku ambil minum dulu ya" ucap Wati meninggalkan mereka, tak lama Tedy pun ikut turun ke bawah dengan alasan ingin di buatkan jus oleh Wati. seperti nya mereka sengaja meninggalkan Wahyu dan Lita. Ya, itu sesuai dengan rencana yang tadi di buat Wahyu dan kakak nya. tinggalah hanya wahyu dan Lita. Lita hanya diam karena dia memang tidak terbiasa dengan situasi seperti ini. kemudian wahyu membuka obrolan dengan menanyakan "gimana latihan basket nya tadi?" sudah ku duga, itu memang dia! gumam lita dalam hati. "kok kamu tau aku latihan basket?" Lita pura-pura menanyakan seolah dia tidak tahu bahwa Wahyu tadi ada di tempat latihan nya bermain basket. "iya, aku tadi mau jemput sepupu aku yang sekolah nya sama seperti kamu, terus gak sengaja lihat kamu main basket" jawab wahyu. "gak sengaja tapi lihat nya sampai selesai dan gak jadi antar sepupu kamu pulang? gitu?" Lita kesal dengan jawaban yang dia tau wahyu hanya beralasan. pasal nya Lita melihat Wahyu keluar dari sekolah nya seorang diri tidak dengan orang lain. Wahyu hanya tersenyum mendengar jawaban Lita dan malu karena dia ketahuan pulang sendiri. "sejak kapan kamu kenal kakak ku?" Lita memulai pertanyaan yang sedari tadi memenuhi otak nya. "sudah lama, aku sering loh main kesini, tapi sayang nya kamu nya pas gak ada" . "bagus lah, aku juga gak berharap ketemu". Wahyu hanya tersenyum simpul sesekali dia melirik wanita yang ada di hadapan nya dengan perasaan tak karuan, karena yang dia inginkan dari dulu terwujud, yaitu ngobrol berdua dengan Lita. yaa meskipun Lita masih enggan untuk membuka obrolan dengan nya . ... Lita mendengus kesal, karena dia berpikir kakak nya sengaja menjebak dia dalam situasi seperti ini. Lita masih punya hati tidak meninggalkan laki-laki yang ada di hadapan nya seorang diri, meskipun setelah dia pikir Wahyu tidak buruk bahkan terkesan tampan dan cowok baik-baik. Ah, pikiran apa ini, kenapa Lita berpikir Wahyu tampan? sadar Lita! jangan gegabah! 30 menit berlalu, Wahyu mencoba mengajak Lita untuk keluar menghirup angin malam yang seringkali di lakukan Lita hingga pulang larut malam karena sibuk nongkrong dengan teman lelaki nya. meskipun Lita berteman dengan banyak lelaki tapi tidak sekalipun Lita ikutan merokok atau mabuk, dia masih bisa mengendalikan diri nya dan menjaga dirinya dari pergaulan bebas. "temenin aku nyari angin yuk" "tuh angin" jawab Lita sambil nunjuk AC di dalam kamar nya. "kamu mau bawa aku masuk ke kamar?" "enak aja, di pikir dulu ya kalau ngomong" "lah terus kenapa nunjuk ke dalam kamar?" tanpa pikir panjang dan Lita malas untuk berdebat dengan kesal nya dia masuk kamar untuk mengambil jaket Levis milik nya. "yaudah ayo" Lita berjalan meninggalkan Wahyu yang tersenyum puas karena berhasil mengajak Lita jalan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN