Didik sudah ada janji dengan tim futsal nya karena ada pertandingan antar sekolah, begitupun dengan Lita, cewek yang hoby bermain basket itu ada latihan untuk pertandingan melawan antar sekolah. Lita dan Didik sama-sama sibuk dengan hobi nya masing-masing.
Lita sangat antusias saat ada pertandingan yang melibatkan dirinya, maka dari itu ia bertekad untuk mengharumkan nama sekolah nya sebelum ia keluar dari sana.
...
Lita asik bermain basket, badan nya penuh keringat.
Di tempat latihan basket terlihat seorang pria duduk dengan berpakaian t-shirt dan celana jeans sedang asyik menonton di lapangan basket. Lita yang sejak tadi sedikit risih karena dia merasa pria itu sedang memperhatikan nya.
Dalam ingatan nya seperti mengenal pria itu.
Dia berucap dalam hati siapa sih dia, perasaan dari tadi ngeliatin aku mulu. eh apa aku yg GR yaa.. bodo amat lah
...
Wahyu, pria tampan dan mapan, seorang mahasiswa, yang mempunyai postur badan tinggi dan rahang keras berumur 24tahun itu sudah sejak lama menaruh perasaan pada Lita. hebat nya selama 5 tahun dia tidak pernah mengungkapkan perasaan nya, ia hanya mencintai dalam diam. Wahyu diam-diam selalu mengikuti kemanapun Lita pergi.
Pernah di suatu ketika pulang sekolah hujan deras, motor yg di kendarai Lita mogok, tanpa sengaja saat itu Wahyu melintas dan ia dapati Lita sedang mendorong motor nya.
Ya, pria yang menolong Lita di tengah deras nya hujan itu adalah wahyu. Dengan semangat dia menawarkan diri untuk menolong Lita membawa motor nya ke bengkel,
"aku bantu dorong yaa ke bengkel? lumayan jauh kalau kamu dorong sendiri?" ucap wahyu pada Lita setengah berteriak karna hujan deras yang membuat suara nya tidak sedikit terdengar. Lita sempat berpikir karena memang jauh jarak sekolah dengan bengkel langganan nya, dengan cuek nya Lita hanya menjawab "ya!".
Sampai di bengkel motor Lita harus di servis dan tidak bisa langsung di bawa pulang, Wahyu lagi-lagi menawarkan diri untuk mengantarkan nya sampai rumah "aku anterin sampai rumah ya"
"aku telfon temen aja, aku gak mau ngerepotin orang yang gak aku kenal" jawab Lita dengan ketus nya. Saat Lita mengeluarkan handphone dari saku nya ternyata handphone nya mati mungkin terkena air hujan,
"yaudah kenalan dulu" Wahyu mengulurkan tangan pada Lita. Tapi Lita hanya diam, dia tidak berani berkenalan dengan orang baru apalagi yang ada di otak nya pria yang ada di hadapan nya memanfaatkan situasi seperti sekarang.
Wahyu menurunkan kembali tangan nya, dia tertawa kecil dan tidak marah dengan sikap Lita.
"yaudah kalau gak mau kenalan, yang penting aku anterin sampai rumah. Aku tau kok rumah kamu dimana" sambung Wahyu.
Lita heran darimana dia tau rumah ku, sedangkan aku gak kenal. ah bodo amat yang penting Sampek rumah dulu , gumam Lita dalam hati.
"yaudah ayo, awas kalau kamu macem-macem aku hajar" dengan hati-hati dia menerima tawaran wahyu. Wahyu hanya tersenyum mendengar jawaban Lita.
Wahyu bahagia bisa berdua dengan Lita, wanita yang membuat dirinya jomblo 5 tahun demi menunggu pujaan hati yang sekarang ada di belakang nya.
Di perjalanan Wahyu hanya tersenyum, Lita sama sekali tidak mengenal nya, padahal Wahyu mengenal nya luar dan dalam. Wahyu juga mengenal kakak nya, karena kakak nya mempunyai hubungan dengan sahabat Wahyu.
Wahyu memang mencari informasi melalui kakak nya juga, karena ia ingin tau bagaimana sifat dan watak Lita agar nanti saat waktu nya tiba dirinya sudah tau apa yang harus di lakukan untuk menghadapi Lita.
Lita tidak tertarik sama sekali untuk berpacaran saat teman seusia nya sibuk berganti pasangan, ia kadang heran saat mendengar gosip teman nya sampai ganti pacar 1 bulan 3 kali. Ia hanya geleng-geleng kepala saat mendengar kan teman nya bercerita.
Tapi Lita lebih dominan berteman dengan lelaki, ia tidak punya teman dekat perempuan, teman nongkrong nya pun laki-laki semua, maka dari itu terkadang Wahyu khawatir saat Lita pergi dengan teman-teman nya apalagi saat malam karena sering kali ia pulang nongkrong tengah malam.
...
Selesai latihan basket, Lita duduk di bangku yang tersedia di lapangan, ia teringat dengan sosok pria yang sedari tadi menonton nya, saat ia menoleh ke tempat duduk pria tersebut sudah kosong, kemana pergi nya dia?, tanya Lita dalam hati.
Wahyu sengaja untuk pulang setelah mengetahui bahwa latihan basket Lita telah selesai, saat Lita berjalan menuju toilet ia melihat Wahyu keluar dari gerbang sekolah nya seorang diri.
...
Wahyu yang sudah tidak bisa menahan perasaan nya segera ingin menemui Wati, kakak Lita untuk meminta bantuan dari nya, Wati menyambut nya dengan senang hati. Karena ia tahu Wahyu menyimpan perasaan pada adik nya sejak lama.
Wati mendukung Wahyu untuk mendekati adik nya, karena ia kenal Wahyu adalah pria yang baik. Wati juga Wahyu dan juga kekasih kakak nya itu membuat janji ketemu di kafe untuk membicarakan rencana mereka.
Wahyu sudah membulatkan tekad nya untuk berani bertemu, berkenalan dan mengutarakan perasaan nya langsung pada Lita, ia berpikir sudah terlalu lama menyimpan perasaan nya sendiri. Kalau pun nanti Lita menjauhi nya itu tidak masalah, yang terpenting Lita menegetahu perasaan nya.
"yaudah, kalau begitu jam 6 kita ke rumah kamu ya", Wahyu begitu antusias ingin segera bertemu dengan Lita,
"siap. kita pulang dulu ya, sampai ketemu di rumah", Wati dan kekasih nya pamit untuk pulang lebih dulu.
...
Di sekolah saat Lita ingin pulang di cegah oleh teman-temannya,
"mau langsung pulang?", tanya Didik saat itu juga sedang berada di parkiran sekolah,
"iya, bau keringat nih", Lita merasa dirinya mandi keringat setelah latihan basket yang menguras tenaga nya,
"nanti malam nongkrong mau aku jemput gak?", tanya Bryan salah satu teman nya,
"kayak nya libur dulu deh, gak nongkrong dulu. Badan ku capek semua, aku gak mau tumbang sebelum pertandingan besok", Lita meyakinkan teman-teman nya agar tidak membuat kecewa,
"yaudah gak apa-apa Lit, kamu istirahat aja, tapi kalau nanti pengen ikutan nongkrong telfon aku ya", sambung Didik,
"siap, yaudah aku balik dulu ya", Lita menyalakan mesin motor nya dan berlalu meninggalkan teman-temannya.
Lita memang sengaja untuk tidak ikut nongkrong malam ini, ia takut badan nya drop sebelum pertandingan tiba, karena menurut nya ini pertandingan basket terakhir sebelum ia lulus sekolah dan meninggalkan sekolah itu.
jangan sampai badan ini KO sebelum pertandingan itu selesai, Lita berbicara pada dirinya sendiri saat dalam perjalan pulang.