Tidak tahu apa alasannya, Adnan selalu merasa jika segala sesuatu yang sudah menyangkut tentang Nasya, artinya persoalan itu lebih penting dari apapun. • • • "Sial! Madam Loly emang paham bener kelemahan otak kita." Daniel membuang bolpoinnya ke sembarang arah dengan penuh kekesalan. Padahal ini baru masuk hari kedua setelah kemarin mereka diperintahkan untuk mengerjakan deretan soal berupa angka dan bilangan oleh Madam Loly sebagai hukuman. Tapi entah kenapa rasanya seperti sudah berabad-abad mereka menjamur di dalam kelas tiap pulang sekolah sampai pukul sembilan malam hanya untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Yudan yang sudah menguap berkali-kali mengucek matanya yang terasa sangat lelah akibat berlama-lama berhadapan sebuah buku terbuka yang berisikan kumpulan angka itu. "Kalau

