17. Sadar Diri

1380 Kata

"Maaf kalau gue udah lancang nanya masalah pribadi lo. Gue tau gue salah. Sebagai orang asing, seharusnya gue tau batas." • • • Jari-jari Nasya bergerak menekan tuts-tuts piano besar yang terbuka di depannya. Menciptakan irama yang lembut dan memanjakan telinga. Bermain piano adalah satu-satunya cara yang bisa Nasya lakukan dalam meluapkan segala perasaannya. Dan piano adalah segalanya bagi Nasya. Piano satu-satunya teman setia yang dia miliki sejak kecil. Piano juga satu-satunya alat musik yang mampu menghilangkan kerinduan Nasya pada mamanya walau hanya sesaat. Lantaran dulunya Nyonya Lawden merupakan salah satu pianis terkenal di Indonesia. "Lo kenapa?" Nasya menghentikan bermain pianonya tiba-tiba, lantaran ia terkesiap saat seseorang datang menghampirinya, dan langsung memegang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN