Hadirnya Nasya seakan seperti benar-benar menggenapkan segala keganjilan dalam diri Adnan. • • • "Hey! Jangan lari!" Pak Surapto mengacungkan pentungannya mengarah pada Adnan sambil menyeret langkahnya untuk mengejar dua remaja itu. Adnan dan Nasya sudah mempercepat sedikit larinya sebelum Pak Surapto mengambil jarak lebih dekat. Sebenarnya Adnan bisa saja berlari lebih cepat dari ini, tapi sepertinya tidak dengan Nasya. Adnan tidak yakin gadis itu mampu mengimbangi larinya. Jadi Adnan pikir biar saja dia yang berusaha untuk mengimbangi Nasya. Sambil terus berlari menggenggam erat jari-jemari Nasya, jauh di dalam hatinya Adnan khawatir sekali. Khawatir, apakah yang dia lakukan ini baik untuk Nasya? Tidak akan membahayakan Nasya? Sejujurnya Adnan sungguh mencemaskan Nasya. Karena mau b

