Mahesa duduk di hamparan rumput di taman belakang sekolahnya. Menatap pada bangku- bangku semen yang berjejer rapi tak jauh dari tempatnya duduk. Tiba- tiba ia berjengkit saat merasakan dingin di pipinya. Ia mendongak dan melihat Ciara tersenyum sambil mengulurkan sekaleng soft drink. "Baik- baik aja?" tanyanya lalu duduk di sebelah laki- laki itu tanpa disuruh. Mahesa membuka kaleng itu dan meneguk isinya. Membiarkan dinginnya soda itu mengaliri tenggorokkannya yang terasa kering. "Lebih baik karena ini." jawabnya sambil mengacungkan kaleng minuman yang diberikan gadis itu. Ciara tidak berani mengungkit gosip yang menyebar di sekolahnya. Ia dan Mahesa hanya menatap ke arah depan tanpa keinginan untuk membuka percakapan. "Gue

