Suara derak langkah yang memburu membuat Mahesa yang sedang nangkring di atas pohon kesayanganya tergugah. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, ia bisa melihat teman- temannya bergerombol memasuki gudang dan berbondong- bondong mengangkat sebuah tangga. Penasaran, ia turun dari tempat persembunyiannya dan mengendap- endap hingga bisa melihat suasana di lapangan. Semua teman sekelasnya yang berpakaian olahraga berkerumun mengelilingi tiang bendera dan semua menatap satu fokus yang sama, seragam yang tergantung di tiang bendera. Ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Iras. "Ada apa, Ras?" tanyanya tanpa basa-basi. "Ada yang gantungin seragam Ciara di tiang bendera." jawaban Iras membuat Mahesa terkejut. Ia langsung mematika

