CHAPTER EMPAT PULUH EMPAT

1959 Kata

            Ayra membuka buku pelajarannya di ruang perpustakaan yang sunyi. Matanya menatap lurus- lurus ke deretan kalimat yang tersusun rapi di lembaran itu. Sebentar lagi, ia akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Dan berharap kembali menyandang peringkat pertama seperti sejak SD dan SMP.             Seharusnya laki- laki di depannya melakukan hal yang sama dengannya. Tapi laki- laki itu tidak berminat memperhatikan buku, malah memperhatikannya dengan sangat intens.             Ayra menghela napas kasar lalu mendongak. Menatap tepat ke manik mata laki- laki di depannya yang mengulas senyum tipis. Ayra tidak tahu sejak kapan laki- laki itu mulai suka tersenyum. Sepertinya semenjak sosok Mahesa tidak pernah terlihat lagi di sekolah ini. Wajah tegang, dingin, dan angkuhnya perlahan melum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN