Bab. 48 (Bag. 3)

6082 Kata

Nisa menghela napas. Setelah mendengar kabar jika Rayhan telah menghamili perempuan lain, Umar merasa sangat terpukul dan kecewa. Ia selalu melampiaskan emosinya dengan cara marah - marah. Nisa sangat tahu betul jika suaminya itu sangat menyayangi Rayhan bahkan anak lelaki itu sudah Umar anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Karena kekecewaannya itu, Umar mempercepat jadwal kepergian Alisha. Umar seolah ingin Alisha lebih cepat - cepat pergi dari Kota ini.           "Alisha, sudah tidak ada yang ketinggalan lagi 'kan?" Tanya Nisa saat melihat Alisha turun dari tangga dengan tas yang ada di punggungnya.            "Sudah tidak ada lagi, kok, Bu." Jawab Alisha. Nisa jadi merasa sedih. Ia harus ikhlas untuk merelakan anaknya pergi ke kota orang. Nisa pasti sangat merindukan anak perempu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN