Selepas kepergian Rayhan, Nisa merasa ada yang aneh dengan Alisha. Bukan sekarang, tapi sudah dari kemarin ia sudah merasakannya jika ada yang tidak beres diantara mereka. Entah itu apa. Nisa harus mencari tahunya. "Alish, Ibu boleh masuk?" Alisha yang masih berdiri di depan jendela dan termenung di tempatnya, sedikit kaget saat Ibunya memanggilnya. Ia berbalik badan dan menganggukkan kepalanya. Keduanya duduk di tepi ranjang. "Kamu kenapa nggak keluar temuin Rayhan tadi, dia 'kan mau pamit pulang." "Aku ... aku capek Bu, Alish, tadi sempet ketiduran." "Yakin?" "Ya-yakin." Nisa tersenyum. Dari semua jawabannya sudah kentara sekali jika Alisha tidak berkata yang sebenarnya. Terlihat, saat menjawabnya pun Alisha tidak menatapnya sama sekali.

