Dara membuka pintu dengan membabi buta. Matanya langsung tertuju pada seseorang yang tertidur di atas brankar dengan selang infus yang di pasang di tangannya. Sementara di belakangnya Andi menyusul. Ekspresinya terlihat cemas. "Mama!" Dara berlari memeluk Mamanya sembari menangis tersedu-sedu sementara sang Mama hanya tersenyum, membelai pucuk rambut anaknya. "Sayang ...," Dara mengangkat kepalanya dan menatap sang Mama. "Mah ... Mama kenapa? Kenapa Mama bisa masuk rumah sakit?" "Mama cuma kecapekan aja sayang," "Mama bohong! Pasti semua ini ulah dari Papa lagi 'kan? Iya 'kan? Mama diapain sama Papa .. jujur Mah, jujur sama Dara ..." "Dara! Dara! Sabar, lo gak boleh kebawa emosi, Mama lo masih belum pulih." Andi menepuk bahu Dara, mencob

