"Heh! Tahan-tahan!" "Jangan pergi dulu!" "Duit-duit! Mana duitnya." "Ada money baru boleh pulang." Seperti biasa, kegiatan rutin yang di lakukan oleh ketiga anak yang suka berbuat onar ini adalah selalu malakin setiap siswa yang hendak akan pulang. Dan tempat yang sering mereka jadikan sasaran adalah pintu utama yang akan membawa mereka ke halaman depan---menuju gerbang sekolah. "Tapi saya gak ada duit, kak." Ucap salah satu anak lelaki yang kini sedang di tahan oleh Rayhan Cs. Anak lelaki itu badannya gendut banget, seragamnya terlihat lesuh dan warnanya pun pudar bercampur kuning. "Eh," Wisnu menempeleng kepalanya. "Tadi di kantin makan banyak pas di samperin malah minggat, mau nyari mati lu sama kita orang?" "Ampun kak, tadi saya bukannya lari tapi kebelet ada panggi

