Arabella langsung ngancir ke ruangnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi kakak nya. Dia memaksa Andra untuk datang menjemputnya di butik. Ia ingin mnegadu habis-habisan dengan kakak nya itu, rubah betina tdai itu membuat nya takut jika Langit dirampas. Ia tidak rela jika kedua orang yang disayangi dirampas oleh orang sama, rubah pula orang nya. Tak seberapa lama, Andra sampai di parkiran mall dan Arabella langsung masuk menemui kakak nya itu. Dari butiknya Ia langsung ngancir keluar mall besar itu untuk menemui kakak nya. “Hei, kenapa sih ?” tanya Andra masih bingung dengan sikap adiknya yang tiba-tiba panik setengah mati. Dapat dilihatnya peluh di dahi adiknya itu. Gadis itu berlari-lari agar mempercepat langkahnya. Apa jangan-jangan pacar nya tewas. Terka Andra dalam hati nya. “I

