PART 29

1613 Kata

Aku pulang ke rumah dengan wajah super duper lesu di tambah dengan bad mood tingkat dewa. Langit, kamu marah benaran ya ? Sampe rela banget ketusin aku kayak gitu. Aku berjalan tanpa tenaga menuju kamar ku lalu menghempaskan tubuh ku di atas ranjang. Aku melirik lagi ke gelang prusik yang Ia berikan waktu hari Ia meng-klaim aku miliknya, masih bagus nggak pudar warna gelangnya. Lalu beralih ke cincin pertunangan kami yang hampir sebulanan ini berada di jari ku. Anying lah, benar-benar nyesal sekarang. Mau nangis dari tadi hanya saja air mataku tidak mau keluar, menambah rasa sesak di d**a ku saja. Cleekk.. Kepala Kak Andra melongok ke dalam kamar ku, melihat aku yang tergletak tak berdaya di atas Kasur, Kak Andra juga ikut rebahan di samping ku. “Sehat ?” tanya nya. Aku menggeleng lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN