Aku turun ke lantai bawah untuk makan malam, perutku keroncongan banget. Aku tidak yakin mama memasak untuk mala mini, ibu tiri ku itu agak sedikit malas berkutat di dapur kalau sudah malam. Membuka tudung saji yang ada di meja makan, aku tidak bisa menemukan apa-apa. Lalu ke lemari penyimpanan hanya ada coco-kran, di kulkas juga tidak kurang menyedihkan. Ini nih keadaan rumah kalau nggak ada Bi Seri atau Bi Dena, kulkas kosong, mau makan aja rempong banget. “Maaa….” Teriak ku sambil berjalan ke kamar mama yang ada di lantai bawah. Mengetuk pelan lalu membuka pintu nya. “Kenapa Kak ?” Mama sedang duduk di meja rias sambil mengukir alis. “Laper kakak, Ma !” Rengek ku. Bukannya kasian, mama malah mencibirku. “Manjaaaaa….udah sana go-food. Mama mau kencan sama papa, bentar lagi p

